Jumat, 10 September 2021

NASIONALISME

 

TUGAS INDIVIDU NASIONALISME

PESERTA PELATIHAN DASAR CPNS  GOLONGAN III TAHUN 2021

 

Angkatan        : CLXXII

Nama              : Khoirotun Nisa’i, S. Pd.

NDH                : 05

Jabatan                        : Ahli Pertama- Guru Kelas

Kelompok       : 1


 

1.     Jelaskan peran  Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam membina kerukunan umat beragama?

Jawab:

Negara Indonesia merupakan negara yang bersifat plural dalam berbagai hal, baik ras, suku, bahasa daerah, adat istiadat hingga agama. Keadaan tersebut tentu membutuhkan sikap arif dan kedewasaan berpikir dari berbagai lapisan masyarakat. Peran Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam membina kerukunan umat beragama sangatlah penting karena dalam sila ini menjelaskan bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang berketuhanan. Indonesia tidak dipimpin oleh satu agama atau golongan tertentu. Indonesia adalah representasi nilai dari keberagaman Indonesia Melalui sila pertama ini menegaskan bahwa keragaman agama adalah kekuatan kebangsaan. Toleransi merupakan urat-urat penting dalam membangun kebangsaan yang adidaya. Nilai dari sila pertama adalah perwujudan penghargaan kepada agama-agama. Tidak ada agama satupun yang menjadi hukum ataupun ideologi Negara. Semua agama telah membuat kesepakatan budaya dan politik bahwa pancasila adalah satusatunya ideologi negara. Dengan begitu Indonesia bukanlah negara agama namun negara pancasila.

2.     Bagaimana pendapat saudara tentang kerusuhan antar etnis atau suku ditinjau dari Nilai Kemanusian yang adil dan beradab?

Jawab:

Menurut saya kerusuhan antar etnis atau suku itu bertentangan dengan nilai sila ke 2 Pancasila yakni kemanusian yang adil dan beradab karena kerusuhan atau konflik yang melibatkan berbagai  kelompok suku atau etnis telah merusak tata nilai kehidupan  kemasyarakatan, menodai nilai-nilai kemanusiaan. Pada butir-butir  sila kedua Pancasila kita  diharapkan dapat mengakui dan memperlakukan sesama sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan, mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit dan lain-lain.

Dalam sila ke-2 Pancasila mengandung nilai yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini karena seorang manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari tidak lepas dari manusia lain. Sehingga sila ke-2 tersebut mampu memberikan dasar kepada kita sebagai manusia agar senantiasa memanusiakan orang lain dalam kehidupan. Selain itu, di dalam sila ke-2 Pancasila mengajarkan rakyat Indonesia untuk saling menghormati dan menghargai sesama manusia, juga menolak segala bentuk kejahatan terhadap manusia. Misinya untuk membuat bangsa Indonesia terus sadar akan pentingnya rasa kemanusiaan, sehingga bisa berhubungan baik dengan semua orang, apapun latar belakangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar