TUGAS INDIVIDU NASIONALISME
PESERTA PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III TAHUN 2021
Angkatan : CLXXII
Nama : Khoirotun Nisa’i, S. Pd.
NDH : 05
Jabatan : Ahli Pertama- Guru
Kelas
Kelompok : 1
1.
Jelaskan
peran Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam
membina kerukunan umat beragama?
Jawab:
Negara Indonesia merupakan negara yang bersifat
plural dalam berbagai hal, baik ras, suku, bahasa daerah, adat istiadat hingga
agama. Keadaan tersebut tentu membutuhkan sikap arif dan kedewasaan berpikir
dari berbagai lapisan masyarakat. Peran Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa
dalam membina kerukunan umat beragama sangatlah penting karena dalam sila ini
menjelaskan bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang berketuhanan. Indonesia
tidak dipimpin oleh satu agama atau golongan tertentu. Indonesia adalah
representasi nilai dari keberagaman Indonesia Melalui sila pertama ini
menegaskan bahwa keragaman agama adalah kekuatan kebangsaan. Toleransi
merupakan urat-urat penting dalam membangun kebangsaan yang adidaya. Nilai dari
sila pertama adalah perwujudan penghargaan kepada agama-agama. Tidak ada agama
satupun yang menjadi hukum ataupun ideologi Negara. Semua agama telah membuat
kesepakatan budaya dan politik bahwa pancasila adalah satusatunya ideologi
negara. Dengan begitu Indonesia bukanlah negara agama namun negara pancasila.
2.
Bagaimana pendapat
saudara tentang kerusuhan antar etnis atau suku ditinjau dari Nilai Kemanusian
yang adil dan beradab?
Jawab:
Menurut saya kerusuhan antar etnis atau suku itu
bertentangan dengan nilai sila ke 2 Pancasila yakni kemanusian yang adil dan
beradab karena kerusuhan atau konflik yang melibatkan berbagai kelompok suku atau etnis telah merusak tata
nilai kehidupan kemasyarakatan, menodai
nilai-nilai kemanusiaan. Pada butir-butir
sila kedua Pancasila kita
diharapkan dapat mengakui dan memperlakukan sesama sesuai dengan harkat
dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan, mengakui persamaan derajat, persamaan
hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan,
agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit dan lain-lain.
Dalam sila ke-2 Pancasila mengandung nilai yang tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini karena seorang manusia dalam melakukan
aktifitas sehari-hari tidak lepas dari manusia lain. Sehingga sila ke-2
tersebut mampu memberikan dasar kepada kita sebagai manusia agar senantiasa
memanusiakan orang lain dalam kehidupan. Selain itu, di dalam sila ke-2
Pancasila mengajarkan rakyat Indonesia untuk saling menghormati dan menghargai sesama
manusia, juga menolak segala bentuk kejahatan terhadap manusia. Misinya untuk
membuat bangsa Indonesia terus sadar akan pentingnya rasa kemanusiaan, sehingga
bisa berhubungan baik dengan semua orang, apapun latar belakangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar