RANCANGAN
AKTUALISASI
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
MELALUI PENERAPAN MEDIA KONKRET PAK ALI (PAPAN PERKALIAN) DALAM RANGKA
MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DI KELAS II SDN SELOTINATAH 1 KECAMATAN
NGARIBOYO KABUPATEN MAGETAN
Disusun oleh:
KHOIROTUN NISA’I. S. Pd.
NIP.
19940617 202012 2 009
NDH. 05
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN CLXXII
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI
JAWA TIMUR
2021
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN
AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PROFESI,
KEDUDUKAN DAN PERAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM NKRI
|
JUDUL |
: |
PENINGKATAN HASIL BELAJAR
MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MEDIA KONKRET PAK ALI (PAPAN PERKALIAN) DALAM
RANGKA MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DI KELAS II SDN SELOTINATAH 1
KECAMATAN NGARIBOYO KABUPATEN MAGETAN
|
DISUSUN OLEH :
NAMA : KHOIROTUN NISA’I,
S. Pd.
NIP :
19940617 202012 2 009
JABATAN :
AHLI PERTAMA GURU KELAS
Dengan
ini menyetujui Rancangan Aktualisasi ini untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi Rancangan Aktualisasi
pada
tanggal September 2021
Yang
menyetujui :
|
COACH
Drs. ANTON SUDJARWO, M. Si. Widyaiswara Ahli Utama NIP. 19560909 198603 1
016 |
MENTOR
HADI PRAYITNO, M. Pd. Kepala
Sekolah SDN Selotinatah 1 NIP. 19690218
200012 1 005 |
BERITA ACARA
SEMINAR EVALUASI RANCANGAN
AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CALON PNS GOLONGAN III ANGKATAN CLXXII
TAHUN 2021 PEMERINTAH
PROVINSI JAWA TIMUR
Pada hari Sabtu, 11 September 2021,
telah dilaksanakan Seminar Evaluasi Rancangan Aktualisasi bagi peserta
Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III Angkatan CLXXII Tahun 2021 Pemerintah Provinsi Jawa Timur :
Nama :
KHOIROTUN NISA’I, S. Pd.
Angkatan/ NDH : CLXXII / 05
|
Judul |
: |
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui
Penerapan Media Konkret Pak Ali (Papan Perkalian) Dalam Rangka Menumbuhkan
Semangat Belajar Siswa di Kelas II SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo
Kabupaten Magetan |
Demikian
Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh:
Magetan, 11 September 2021
|
Penguji,
Dr. SYAIFUL ARIFIN, SE.,
M.Si NIP. |
Peserta,
KHOIROTUN NISA’I, S. Pd. NIP. 19940617 202012 2
009 |
|
Coach, Drs. ANTON SUDJARWO, M. Si. Widyaiswara Ahli Utama NIP. 19560909
198603 1 016 |
Mentor, HADI PRAYITNO, M. Pd. Kepala
Sekolah SDN Selotinatah 1 NIP. 19690218 200012 1 005 |
KATA PENGANTAR
Puji
syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan
rahmat, berkah, dan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
rancangan aktualisasi yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika
Melalui Penerapan Media Konkret Pak Ali (Papan Perkalian) dalam Rangka
Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa di Kelas II SDN Selotinatah 1 Kecamatan
Ngariboyo Kabupaten Magetan” dengan lancar. Rancangan aktualisasi ini merupakan
salah satu persyaratan kelulusan pelatihan dasar (latsar) Calon Pegawai Negeri
Sipil golongan III angkatan CLXXII
tahun 2021 dan diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk perbaikan pelayanan
publik di SDN Selotinatah 1
Kecamatan Ngariboyo
Kabupaten Magetan.
Dalam
penulisan laporan rancangan aktualisasi ini, tidak terlepas dari bantuan,
bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat dan
karunia-Nya
2. Bapak
Aries Agung Paewai, S.STP., MM selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur
3. Bapak
Drs. Masruri selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Magetan
4. Bapak
Drs. Anton Sudjarwo, M. Si. selaku
pembimbing (coach) aktualisasi
5. Bapak Hadi Prayitno, M. Pd. selaku
Kepala Sekolah SDN Selotinatah 1
sekaligus mentor
6. Bapak
Dr. Syaiful Arifin, SE., M. Si. selaku penguji
rancangan aktualisasi
7. Rekan-rekan
guru di SDN Selotinatah 1
Kec. Ngariboyo Kab. Magetan
8. Seluruh
siswa kelas 2
SDN Selotinatah 1 Kec. Ngariboyo Kab. Magetan
9. Kedua
orang tua dan keluarga penulis yang selalu memberikan doa dan dukungan
10. Semua
pihak yang telah membantu terselesaikannya rancangan aktualisasi ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa
rancangan aktualisasi ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu
penulis sangat mengharapkan saran yang membangun dari semua pihak demi
menyempurnakan laporan ini selanjutnya. Penulis berharap rancangan aktualisasi
ini kelak dapat bermanfaat dan membawa perubahan dalam institusi yaitu SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan.
|
Magetan, 27 Agustus 2021 |
|
Penulis |
|
|
|
Khoirotun
Nisa’i, S. Pd. NIP. 19940617 202012 2 009 |
DAFTAR ISI
|
Halaman |
HALAMAN JUDUL
i
LEMBAR PERSETUJUAN ii
BERITA ACARA
iii
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL
vii
DAFTAR GAMBAR
viii
BAB I PROFIL ORGANISASI DAN PESERTA
A. Gambaran Umum SDN Selotinatah
1.........................................................................................................
1
B. Profil Peserta.........................................................................................................
11
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI
A. Deskripsi Isu.........................................................................................................
13
B. Identifikasi Isu.........................................................................................................
17
C. Penetapan Penyebab Isu dan Dampak.........................................................................................................
18
D. Gagasan Pemecahan Isu......................................................................................................... 22
E. Matriks Rancangan Aktualisasi......................................................................................................... 23
F. Rencana Jadwal Pelaksanaan
Aktualisasi.........................................................................................................
32
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI
A.
Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal.........................................................................................................
B. Deskripsi Kegiatan Aktualisasi.........................................................................................................
REFERENSI
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
|
Halaman |
Tabel 1.1 Profil
Sekolah SDN Selotinatah 1 1
Tabel 1.2 Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN Selotinatah 1 5
Tabel 1.3 Peserta Didik SDN Selotinatah 1 Tahun Pelajaran 2021/2022 6
Tabel 1.4 Ruangan yang Dimiliki SDN Selotinatah 7
Tabel 2.1 Identifikasi
Isu Aktual 17
Tabel 2.2 Analisis Mengenai
Dampak yang Ditimbulkan Oleh Isu 18
Tabel 2.3 Analisis Penentuan
Isu Strategi Berdasarkan Teknik AKPL
19
Tabel 2.4 Analisis
kualitas isu menggunakan metode USG
21
Tabel 2.5 Kriteria
metode USG 21
Tabel 2.6 Alternatif
pemecah isu 22
Tabel 2.7 Kiteria
metode tapisan Mc. Namara
22
Tabel 2.8 Matriks
Rencana Kegiatan aktualisasi 24
Tabel 2.9 Rencana Jadwal
Pelaksanaan Aktualisasi 32
DAFTAR GAMBAR
|
Halaman |
Gambar 1.1 Gedung SDN
Selotinatah 1 4
Gambar 1.2 Papan Nama
SDN SElotinatah 1 4
Gambar 1.3 Struktur
Organisasi SDN Selotinatah 1 10
BAB
I
PROFIL
ORGANISASI DAN PESERTA
A.
Gambaran
Umum SDN Selotinatah 1
1.
Latar
Belakang
Berdasarkan Undang-undang Nomor
5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Aparatur Sipil Negara
(ASN) adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah yang diangkat
oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan. Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa guna mencapai
cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara. Oleh karenanya seorang ASN harus
dapat bekerja secara profesional, berintegritas, dan beretika sesuai dengan
kode etik dan nilai dasar ASN yang tertuang dalam undang-undang ataupun
peraturan yang sudah ditetapkan.
Agar mampu menjalankan fungsinya
secara optimal maka diperlukan pegawai ASN yang profesional dan berkarakter.
Upaya untuk mewujudkan hal tersebut sesuai dengan Peraturan LAN-RI No. 1 Tahun
2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil adalah melalui
pendidikan dan pelatihan dasar bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau kita
kenal sebagai Latsar CPNS. Latsar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan pada
masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas
moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme
serta kompetensi bidang. Latsar CPNS memadukan jalur pelatihan klasikal dengan
non klasikal serta kompetensi sosio kultural dengan kompetensi bidang.
Kompetensi peserta latsar CPNS
diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara,
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS (akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu dan anti korupsi) dalam pelaksanaan tugas jabatannya,
mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS (manajemen ASN, pelayanan publik dan
whole of goverment) dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,
dan menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai dengan
bidang tugas. Berdasarkan kompetensi tersebut, peserta latsar diwajibkan untuk
mampu merencanakan, melaksanakan dan melaporkan kegiatan aktualisasi sesuai
jabatan dan bidang tugas pada lembaga kerjanya masing-masing.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 angka 1 menyatakan
bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
pontensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritiual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, proses pembelajaran
pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik. Disamping
tugas utama seorang guru sebagai pengajar, salah satu tugas guru yang sangat
penting adalah Mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi dimana guru berperan langsung dalam Mengembangkan keterampilan-keterampilan
pada siswa.
Menurut fakta yang ditemui penulis, siswa kelas 2 SDN
Selotinatah 1 kesulitan memahami materi khususnya pada mata Matematika. Berdasarkan data hasil ulangan, dari 18 siswa
hanya 39% siswa mendapatkan nilai di atas 70, sedangkan 61% mendapatkan nilai
di bawah 70. Data tersebut menunjukkan belum tercapainya kriteria ketuntasan
minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 70. Hal ini terjadi
dikarenakan terdapat beberapa sebab, antara lain dampak dari pandemic Covid-19
membuat siswa lebih banyak belajar melalui daring dan pembelajaran tatap muka
menjadi terbatas, pembelajaran berlangsung dengan menggunakan papan tulis dan
buku LKS dan juga guru masih menggunakan metode konvensional dalam menyampaikan
pelajaran.
Salah
satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika di kelas, guru
dapat menggunakan metode yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif
siswa yaitu dengan menggunakan media dalam menyampaikan pembelajaran. Cara
berpikir anak pada rentang usia kelas 2 Sekolah Dasar masih dalam masa
peralihan dari konkret menuju abstrak, anak belum mampu sepenuhnya berpikir
secara abstrak. Anak dalam usia ini masih perlu benda-benda konkret untuk
memahami sesuatu terutama pelajaran matematika, karena siswa pada usia ini
tahapan berpikrinya masih belum mampu untuk menelaah hal-hal yang abstrak. Pada
aspek perkembangan kognitif, Piaget menjelaskan bahwa pikiran anak usia sekolah
dasar kelas awal berada pada tahapan operasional konkret (concrete
operational thought) (Desmita, 2005). Pada tahap ini, aktivitas berpikir
anak difokuskan pada benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang konkret serta
dapat diukur, sehingga siswa dapat berpikir lebih logis apabila dibandingkan
dengan kemampuan sebelumnya. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa pada tahap ini anak mampu menyelesaikan masalah dengan
melibatkan benda-benda konkret.
Sadiman (2002:6) mengatakan bahwa
kata media berasal dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar pesan
dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan minat, serta perhatian siswa agar proses belajar terjadi.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konkret yaitu nyata,
benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, dapat diraba,dsb). Jadi media konkret
adalah segala sesuatu yang nyata dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari
pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
minat siswa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan
efesien menuju tercapainya tujuan yang diharapkan.
Berdasarkan
uraian di atas, penulis
mengambil judul “Peningkatan Hasil Belajar
Matematika Melalui Penerapan Media Konkret Pak Ali (Papan Perkalian) dalam
Rangka Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa di Kelas II SDN Selotinatah 1
Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan”.
2.
Profil SDN Selotinatah 1
SDN Selotinatah 1 adalah sebuah sekolah
yang terletak di Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan
Provinsi Jawa Timur. SDN Selotinatah 1 berdiri sejak tahun 1950 dan beroperasi
hingga saat ini.
Gambar 1.1 Gedung SDN Selotinatah 1
Gambar 1.2 Papan Nama SDN
Selotinatah 1
Tabel 1.1 Profil SDN Selotinatah 1
|
Identitas
Sekolah |
||
|
1. |
Nama
Sekolah |
SDN Selotinatah 1 |
|
2. |
NPSN |
20547010 |
|
3. |
Jenjang
Pendidikan |
SD |
|
4. |
Status
Sekolah |
Negeri |
|
5. |
Alamat
Sekolah |
|
|
|
RT/RW |
05/ 01 |
|
|
Kode
Pos |
63351 |
|
|
Kelurahan
|
Selotinatah |
|
|
Kecamatan
|
Ngariboyo |
|
|
Kabupaten/Kota |
Magetan |
|
|
Provinsi
|
Jawa Timur |
|
|
Negara
|
Indonesia |
|
6. |
Posisi
Geografis |
-7.691476,111.320386 |
|
1. Data
Pelengkap |
||
|
7. |
SK Pendirian Sekolah |
- |
|
8. |
Tanggal SK Pendirian |
01-07-1950 |
|
9. |
Status Kepemilikan |
Pemerintah Desa |
|
10. |
SK Izin Operasional |
- |
|
11. |
Tgl SK Izin Operasional |
- |
|
2. Kontak
Sekolah |
||
|
12. |
Email |
|
|
3.
Data Periodik |
||
|
13. |
Waktu Penyelenggaraan |
Pagi/ 6 Hari |
|
14. |
Akreditasi |
B |
|
15. |
Sumber Listrik |
PLN (450 Watt) |
|
16. |
Akses Internet |
Wifi |
|
17. |
Sumber Air Bersih |
PDAM |
3. Pendidik dan
tenaga Kependidikan SDN Selotinatah 1
Pendidik dan tenaga kependidikan di SDN
Selotinatah 1 Tahun Pelajaran
2021/2022 dapat kita lihat pada tabel berikut ini :
Tabel
1.2 Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN Selotinatah 1
|
No. |
Nama |
Gol
Ruang |
Status PNS/
Non PNS |
Jabatan |
|
1 |
Hadi Prayitno, M. Pd. NIP. 19690218 200012 1 005 |
III/d |
PNS |
Kepala
Sekolah |
|
2 |
Mariyani, S. Pd NIP. 19650514 199101 2 001 |
IV/b |
PNS |
Guru
Kelas |
|
3 |
Subandi, S. Pd. NIP. 19660722 199111 1 001 |
IV/b |
PNS |
Guru
Kelas |
|
4 |
Dodi Puji Hariyanto, S. Pd, SD NIP. 19851220 201001 016 |
III/b |
PNS |
Guru
Kelas |
|
5 |
Khoirotun Nisa’i, S. Pd. NIP. 19940617
202012 2 009 |
III/a |
CPNS |
Guru
Kelas |
|
6. |
Luluk Mahmudah, S. Pd. NIP. - |
- |
Non PNS |
Guru
Kelas |
|
7 |
Sulastri, S. Pd. NIP. - |
- |
Non PNS |
Guru
Kelas |
|
8 |
Dorris Sandra, S. Pd. NIP. - |
- |
Non PNS |
Guru
Mapel |
|
9 |
Mulyono NIP. - |
- |
Non PNS |
Penjaga
Sekolah |
4.
Siswa
Peserta didik di
SDN Selotinatah 1 Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat kita lihat pada tabel berikut ini :
Tabel
1.3 Peserta Didik SDN Selotinatah 1 Tahun Pelajaran 2021/2022
|
No. |
Kelas |
Siswa |
Jumlah |
|
|
L |
P |
|||
|
1 |
Kelas 1 |
1 |
6 |
7 |
|
2 |
Kelas 2 |
9 |
9 |
18 |
|
3 |
Kelas 3 |
8 |
9 |
17 |
|
4 |
Kelas 4 |
4 |
9 |
12 |
|
5 |
Kelas 5 |
8 |
9 |
17 |
|
6 |
Kelas 6 |
7 |
3 |
10 |
|
Total |
37 |
45 |
82 |
|
5.
Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dimiliki SDN Selotinatah 1 tergolong
sangat minim/ kurang lengkap hal ini dikarenakan lokasi SDN Selotinatah yang
sangat sempit dan tidak memiliki lahan kosong. Hal ini bisa kita ketahui dari jumlah ruangan yang
dimiliki serta peralatan yang
ada dalam ruangan tersebut. Data terkait sarana prasarana dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel
1.4 Ruangan yang Dimiliki SDN Selotinatah 1
|
No. |
Nama Ruangan |
Jumlah |
|
1 |
Ruang Kelas |
5 |
|
2 |
Ruang Guru |
1 |
|
3 |
Parkiran |
1 |
|
4 |
Kamar Mandi |
3 |
6.
Visi, Misi, Tujuan dan Tupoksi SDN Selotinatah 1
a.
Visi SDN Selotinatah 1
Visi
SDN Selotinatah 1 adalah “Meletakkan Dasar yang
Kuat Demi Terwujudnya Sekolah Berprestasi, Ramah Anak dan lingkungan,
Berbasiskan Iman dan Taqwa”.
b.
Misi SDN Selotinatah 1
Misi SDN Selotinatah 1 adalah:
1)
Mewujudkan lingkungan
sekolah yang dinamis dan sinergis agar dapat memberikan pelayanan yang
maksimal.
2)
Menjadikan lulusan yang
beriman, bertaqwa, dan berakhlakul karimah.
3)
Mampu mengembangkan
potensi dirinya dalam menghadapi tantangan masa depan.
4)
Menjadikan warga sekolah
sebagai komponen yang mampu memahami dan ikut melaksanakan visi dan misi
sekolah
5)
Meningkatkan pembelajaran
yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi
dan berdaya saing.
6)
Mengoptimalkan
pelaksanaan ekstrakurikuler sebagai wahana pengembangan bakat siswa.
7)
Mengembangkan semangat
kemitraan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan dengan mengutamakan
keteladanan.
c.
Tujuan SDN Selotinatah 1
Tujuan SDN Selotinatah 1 adalah:
1)
Mewujudkan lingkungan sekolah yang dinamis dan sinergis agar dapat
memberikan pelayanan yang maksimal.
2)
Menjadikan lulusan yang beriman, bertaqwa, dan berakhlakul karimah.
3)
Mampu mengembangkan potensi dirinya dalam menghadapi tantangan masa
depan.
4)
Menjadikan warga sekolah sebagai komponen yang mampu memahami dan ikut
melaksanakan visi dan misi sekolah
5)
Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu
menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing.
6)
Mengoptimalkan pelaksanaan ekstrakurikuler sebagai wahana pengembangan
bakat siswa.
7)
Mengembangkan semangat kemitraan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan
dengan mengutamakan keteladanan.
d.
Tupoksi SDN Selotinatah 1
1)
Tugas Pokok SDN Selotinatah 1
SDN Selotinatah 1 mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan
pendidikan dasar pada jenjang SD secara optimal di wilayah Desa Selotinatah
Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan
2)
Fungsi SDN Selotinatah 1
Untuk menjalankan tugas sebagaimana tugas pokok, SDN
Selotinatah 1 mempunyai fungsi :
a)
Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia,
serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lanjut untuk
seluruh siswa SDN Selotinatah 1
b)
Melaksanakan kegiatan belajar mengajar kepada seluruh peserta didik di
SDN Selotinatah 1
c)
Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum
yang berlaku di SDN Selotinatah 1
d)
Memberikan bimbingan kepada peserta didik SDN Selotinatah 1
e)
Melaksanakan urusan tata usaha di SDN Selotinatah 1
f)
Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman di SDN Selotinatah 1
g)
Membina kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua serta
masyarakat sekitar SDN Selotinatah 1
h)
Bertanggung jawab terhadap dinas pendidikan, kepemudaan dan olahraga
Kabupaten Magetan atas pelaksanaan pendidikan di SDN Selotinatah 1
7.
Struktur Organisasi SDN Selotinatah 1
Struktur organisasi SDN Selotinatah 1 dapat kita
lihat pada gambar berikut ini:
Gambar 1.3 Struktur Organisasi SDN Selotinatah 1
|
Kepala Sekolah HADI PRAYITNO, M. Pd. |
|
Dewan / Komite MULYONO
|
|
MASYARAKAT
|
|
Guru Kelas II KHOIROTUN NISA’I,S.Pd. |
|
Guru Agama Islam - |
|
Guru PJOK DORRIS SANDRA, S.Pd |
|
SISWA
|
|
Guru Kelas III LULUK MAHMUDAH, S.Pd. |
|
Guru Kelas I SULASTRI, S. Pd. |
|
Guru Kelas VI SUBANDI, S. Pd. |
|
Guru Kelas V MARIYANI, S. Pd. |
|
Guru Kelas IV DODI PUJI H. S.Pd. |
B.
Profil Peserta
Nama : Khoirotun Nisa’i, S. Pd.
Tempat Lahir : Magetan
Tanggal Lahir : 17 Juni 1994
NIP :
19940617 202012 2 009
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status Kepegawaian : Calon Pegawai Negeri Sipil
Jabatan : Ahli Pertama – Guru Kelas
Pangkat/Golongan : Penata Muda/IIIa
Instansi : SDN Selotinatah 1
Email : khoirotunnisai11@gmail.com
No. Handphone : 085784704317
Alamat (Sesuai KTP) : Desa Mojopurno Kec. Ngariboyo Magetan
Riwayat Pendidikan :
SD : SDN Sayutan 4, Lulus Tahun
2005
SLTP : MTs Darul Huda Mayak Ponorogo, Lulus
Tahun 2008
SMA :
MA Darul Huda Mayak Ponorogo, Lulus Tahun
2011
S1/Strata : S1 PGSD Universitas
Terbuka, Lulus Tahun 2019
Riwayat Pekerjaan:
1.
Guru di SDN
Sayutan 4 Kecamatan Parang Tahun
2015 –
2020
2.
Guru di SDN
Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo
Kabupaten Magetan Tahun
2021 – Sekarang
BAB II
RANCANGAN
AKTUALISASI
A. Deskripsi Isu
Pendidikan secara sederhana ditujukan
untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebuah bangsa. Artinya, jika
sebuah negara meningkatkan mutu pendidikannya, secara langsung maupun tidak
langsung akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di negara tersebut.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2004 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan
bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan kondisi dan
proses serta hasil pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat
mengembangkan potensi dirinya dan memiliki kekuatan pengendalian diri serta
keterampilan yang diperlukan untuk dirinya dan masyarakat. Untuk itu, perlu
perhatian dan perencanaan yang matang untuk melaksanakan pendidikan secara baik
dan benar, sehingga tujuan pendidikan nasional dapat terwujud sesuai dengan
amanat Undang-undang.
Penulis sebagai ASN dalam jabatan fungsional sebagai
pendidik memiliki kewajiban memberikan pelayanan kependidikan yang berkualitas
dan bermakna demi terwujudnya tujuan Pendidikan nasional. Untuk mewujudkan
tujuan pendidikan nasional tidak mudah. Hal ini perlu ditunjang oleh sinergi
antara pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran. Unsur utama
pendidikan adalah guru, siswa, dan sistem pendidikan. Berbekal pengalaman
melaksanakan tugas sebagai guru di SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo
Kabupaten Magetan yang belum begitu lama, kurang lebih selama delapan bulan
terhitung mulai tanggal 1 Januari 2021, penulis menemukan beberapa isu yang
berkembang pada unit kerja terutama berkaitan dengan kompetensi guru dan proses
belajar mengajar selama ini. Beberapa isu tersebut antara lain:
1.
Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi
bagi siswa
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam
proses Pendidikan, bahwa kualitas Pendidikan tersebut juga didukung dengan
sarana dan prasarana yang menjadi standar sekolah atau instansi Pendidikan yang
terkait. Sarana dan prasarana sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam
belajar. Hal ini menunjukan bahwa peranan sarana dan prasarana sangat penting
dalam menunjang kualitas belajar siswa. Misalnya saja perpustakaan, perpustakaan
mempunyai fungsi dan tanggung jawab sosial disamping turut andil dalam upaya
mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyebaran informasi kepada masyarakat
luas tanpa membeda-bedakan status dan kedudukan sosialnya. Sehingga
perpustakaan sangat berguna bagi sekolah karena perpustakaan tidak hanya suatu
tempat untuk menyimpan buku saja, melainkan perpustakaan juga dapat digunakan
untuk kegiatan yang mendukung aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Penggunaan perputakaan sangat penting
bagi perkembangan kognitif, afektif maupun psikomotor siswa. Menurut Sitepu
(2017:18), perpustakaan yang digunakan sebagai sumber belajar memungkinkan
individu memperoleh pengetahuan, kemampuan, sikap, keyakinan dan emosi serta
perasaan. Sumber belajar memberikan suatu pengalaman belajar dan tanpa sumber
belajar maka tidak mungkin dapat terlaksana proses belajar dengan baik. Dampak
yang terjadi apabila di SDN Selotinatah 1 tidak memiliki gedung perpustakaan
adalah literasi membaca siswa
menjadi rendah.
2. Tidak
digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran
Permasalahan selanjutnya di masa
pandemi seperti saat ini, dunia pendidikan merupakan salah satu sektor yang
paling terdampak. Pembelajaran dibatasi bahkan harus melaksanakan pembelajaran
jarak jauh (PJJ). Hal ini sangat berpengaruh pada output yang diperoleh siswa.
Siswa kurang maksimal menerima dan memahami pembelajaran terlebih pelajaran
matematika. Hal ini merupakan tantangan bagi para pelaku pelayanan di bidang
pendidikan agar tetap dapat memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas,
bermanfaat dan menyenangkan. Seperti halnya yang terjadi pada siswa kelas 2 SDN
Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan, semenjak diberlakukannya
pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pembelajaran tatap muka terbatas, penulis
menemukan hasil belajar matematika siswa terutama materi perkalian dan
pembagian kurang memuaskan. Berdasarkan
data hasil ulangan, dari 18 siswa hanya 39% siswa mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan 61% mendapatkan nilai di
bawah KKM. Data tersebut menunjukkan belum
tercapainya kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh
sekolah yaitu 70.
Terdapat beberapa penyebab
atau faktor yang mengakibatkan isu rendahnya hasil belajar matematika pada
materi perkalian siswa kelas 2 SDN Selotinatah 1. Diantaranya kurang
semangatnya siswa terhadap pembelajaran matematika dikarenakan semenjak adanya
pandemic Covid-19 pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan),
sehingga mengakibatkan siswa kurang mampu memahami materi yang diberikan. Selain
itu metode yang digunakan dalam menyampaikan materi yang kurang menarik
sehingga siswa menjadi kurang bersemangat, hal ini dikarenakan waktu untuk
pembelajaran tatap muka sangat terbatas. Rendahnya hasil belajar siswa juga
disebabkan masih banyaknya guru yang belum menyediakan pembelajaran yang
beragam. Pembelajaran berlangsung dengan menggunakan papan tulis dan buku
modul. Selain itu, pembelajaran terpusat pada guru, sehingga siswa kurang
berinteraksi dengan guru. Pengetahuan yang didapat siswa bukan dibangun
sendiri, karena siswa jarang menemukan jawaban sendiri atas permasalahan maupun
konsep yang dipelajari. Pengetahuan diberikan secara langsung oleh guru.
Pembelajaran yang konvensional dan monoton mengakibatkan siswa cenderung cepat
merasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran.
Cara berpikir anak pada rentang usia
kelas 2 Sekolah Dasar masih dalam masa peralihan dari konkret menuju abstrak,
anak belum mampu sepenuhnya berpikir secara abstrak. Anak dalam usia ini masih
perlu benda-benda konkret untuk memahami sesuatu terutama pelajaran matematika,
karena siswa pada usia ini tahapan berpikrinya masih belum mampu untuk menelaah
hal-hal yang abstrak. Pada aspek perkembangan kognitif, Piaget menjelaskan
bahwa pikiran anak usia sekolah dasar kelas awal berada pada tahapan
operasional konkret (concrete operational thought) (Desmita, 2005). Pada
tahap ini, aktivitas berpikir anak difokuskan pada benda-benda dan
peristiwa-peristiwa yang konkrit serta dapat diukur. Pada tahap ini siswa dapat
berpikir lebih logis apabila dibandingkan dengan kemampuan sebelumnya.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada tahap ini
anak mampu menyelesaikan masalah dengan melibatkan benda-benda konkret.
3. Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian
pembelajaran
Selain itu permasalahan lain yang
penulis angkat menjadi isu adalah tidak efisienya penggunaan LCD proyektor
dalam penyampaian pembelajaran. SDN Selotinatah 1 sudah memiliki LCD proyektor
sendiri, akan tetapi sangat disayangkan karena media tersebut belum
dimanfaatkan secara maksimal. Padahal penggunaan media LCD proyektor juga dapat
menumbuhkan minat belajar siswa dan tentunya akan berpengaruh terhadap hasil
belajar yang lebih baik lagi.
4. Tidak adanya
penanganan terhadap kedisiplinan
siswa dalam mengumpulkan tugas selama pembelajaran daring
Isu selanjutnya yang penulis amati
terjadi di satuan pendidikan tempat penulis mengabdi adalah tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas. Dari
hasil pekerjakan siswa di kelas 2 selama proses pembelajaran jarak jauh hanya 30% siswa
yang dapat mengumpulkan tugas tepat waktu, 50 % siswa terlambat mengumpulkan
tugas dan 20% tidak ada kejelasan dalam pengumpulan tugas. Banyak sekali faktor
penghambat siswa dalam kedisiplinan pengumpulan tugas antara lain: orang tua
terkendala memfasilitasi sarana kuota untuk belajar anaknya, tidak membuat
tugas, berharap ada toleransi dari pihak sekolah, rendahnya minat belajar
siswa, malas membaca buku dan mengerjakan tugas dan kendala orang tua dalam
mengambil dan mengumpulkan tugas ke sekolah dikarenakan orang tua harus
bekerja.
5. Keterampilan IPTEK yang belum merata di kalangan guru
Permasalahan terakhir yang menjadi isu di tempat
satuan Pendidikan penulis adalah keterampilan
IPTEK yang belum merata di kalangan guru menjadi isu pertama yang penulis
temukan selama mengabdi dalam satuan pendidikan. Dalam meraih mutu pendidikan
yang baik sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya
sehingga kinerja guru menjadi tuntutan penting untuk mencapai keberhasilan
pendidikan. Secara umum mutu pendidikan yang baik menjadi tolok ukur bagi
keberhasilan kinerja yang ditunjukkan guru. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa
kualitas guru di Indonesia masih tergolong relatif rendah dalam penguasaan
teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini diperkuat
juga oleh kenyataan di
lapangan bahwa masih terdapat 37% dari jumlah guru di SDN Selotinatah 1 belum
menguasai IPTEK.
B. Identifikasi Isu
Laporan aktualisasi yang dibuat oleh para CPNS disesuaikan
dengan nilai dasar ANEKA, peran dan fungsi ASN, tugas pokok dan fungsi CPNS,
serta visi misi dalam organisasi. Selain itu, pokok bahasan yang diangkat dalam
laporan ini juga harus didasarkan pada isu-isu kontemporer yang terjadi di unit
kerja masing-masing.
Berdasarkan hasil observasi penulis
selama melaksanakan tugas sebagai guru di SDN Selotinatah 1, terdapat beberapa
hal yang perlu menjadi perhatian dan dilakukan tindak lanjut guna meningkatkan
kualitas pembelajaran di satuan pendidikan tersebut. Hal-hal yang menjadi
perhatian penulis antara lain
Tabel 2.1. Identifikasi Isu Aktual
|
No. |
Identifikasi
Isu |
Sumber Isu |
Kondisi Saat
Ini |
Kondisi yang
Diharapkan |
|
1. |
Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi bagi siswa |
Internal
|
Tidak
tersediannya fasilitas perpustakaan yang memadai bagi siswa. |
Tersedianya
ruang perpustakaan yang memadai sehingga dapat
meningkatkan literasi membaca siswa. |
|
2. |
Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran |
Internal
|
Kegiatan pembelajaran masih secara konvensional tanpa menggunakan
media |
Digunakanya media dalam menyampaikan bahan ajar sehingga dapat
meningkatkan pemahaman siswa |
|
3. |
Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian
pembelajaran |
Internal
|
LCD proyektor masih belum digunakan dalam menyampaikan bahan ajar. |
Guru kreatif dalam memanfaatkan media LCD proyektor. |
|
4. |
Tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan
siswa dalam mengumpulkan tugas |
Internal
|
Kedisiplinan
siswa yang semakin menurun dalam pengumpulan tugas selama pembelajaran daring |
Tingginya
kedisiplinan siswa dalam pengumpulan tugas selama pembelajaran daring sesuai
waktu yang telah ditentukan. |
|
5. |
Keterampilan
IPTEK belum merata di kalangan guru. |
Internal
|
Kurangnya
Keterampilan IPTEK yang belum merata di kalangan guru. |
Keterampilan
IPTEK yang merata di kalangan guru. |
C.
Penetapan
Penyebab Isu dan Dampak
Berdasarkan hasil identifikasi isu
aktual, langkah selanjutnya adalah
menganalisis penyebab terjadinya isu serta dampak yang terjadi akibat adanya
isu-isu tersebut. Analisis mengenai penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh
isu tersebut dapat dilihat dari tabel 2.2.
berikut.
Tabel 2.2
Analisis Mengenai dan Dampak yang Ditimbulkan
Oleh Isu
|
No. |
Isu Aktual |
Penyebab Isu |
Dampak yang
Terjadi |
|
1 |
Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi
bagi siswa |
Terbatasnya
ketersediaan ruangan untuk dijadikan tempat perpustakan |
Literasi
membaca siswa menjadi rendah |
|
2 |
Tidak digunakanya media dalam penyampaian
pembelajaran |
Kegiatan pembelajaran masih secara konvensional tanpa menggunakan
media |
Rendahnya hasil belajar dan siswa semakin sulit untuk memahami materi karena
permasalahan yang dihadapi siswa akan terus bertambah |
|
3 |
Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian
pembelajaran |
Belum
maksimalnya pelatihan IPTEK di kalangan guru |
Siswa pasif dalam kegiatan belajar mengajar |
|
4. |
Tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan
siswa dalam mengumpulkan tugas selama
pembelajaran daring |
Motivasi
dan semanagat belajar siswa yang semakin menurun |
Banyak
dari siswa yang telat mengumpulkan tugas |
|
5. |
Keterampilan
IPTEK belum merata di kalangan guru. |
Belum
maksimalnya pelatihan IPTEK di kalangan guru |
Sebagian
guru tidak dapat menggunakan IPTEK dalam pembelajarannya. |
Dari beberapa isu
di atas, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan isu mana yang akan menjadi
prioritas utama yang dapat dicari solusi berdasarkan tupoksi. Selanjutnya isu
tersebut dianalisis menggunakan Metode AKPL (Aktual, Kekhalayakan, Problematik,
Kelayakan). Maka analisis dari isu tersebut dapat dilihat pada table 2.3
berikut.
Tabel 2.3.
Analisa Penentuan Isu Strategis Berdasarkan Teknik AKPL
|
No |
ISU
STRATEGIS/ MASALAH |
NILAI |
KETERANGAN |
|||
|
A |
K |
P |
L |
|||
|
1. |
Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi
bagi siswa |
√ |
√ |
√ |
- |
Tidak layak |
|
2. |
Tidak digunakanya media dalam penyampaian
pembelajaran |
√ |
√ |
√ |
√ |
Layak |
|
3. |
Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam
penyampaian pembelajaran |
√ |
√ |
√ |
√ |
Layak |
|
4. |
Tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan
siswa dalam mengumpulkan tugas selama
pembelajaran daring |
√ |
√ |
√ |
- |
Tidak layak |
|
5. |
Keterampilan
IPTEK belum merata di kalangan guru |
√ |
√ |
√ |
√ |
Layak |
Kriteria
Penetapan :
a.
Aktual
(terjadi/akan terjadi)
Isu yang benar-benar terjadi adalah
isu yang sedang terjadi atau
sedang dalam proses, sedang
hangat dibicarakan di kalangan masyarakat
(bukan isu yg sdh lepas
dari perhatian masyarakat atau isu yang
sudah basi), atau isu yang akan terjadi / isu yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
b.
Kekhalayakan
Isu yang mempunyai nilai kekhalayakan adalah
isu yang secara
langsung menyangkut orang banyak/pelanggan dan bukan
hanya untuk kepentingan seseorang tertentu
saja
c.
Problematik
Isu
yang mempunyai nilai problematik adalah isu yang menyimpang dari harapan, standar, ketentuan yang menimbulkan
kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya
d.
Layak
Kelayakan isu
adalah isu yang logis, pantas, realitis dan dapat
dibahas sesuai dgn tugas, hak, wewenang dan tanggungjawab.
Berdasarkan metode AKPL
diatas, maka isu kontemporer yang memenuhi syarat adalah :
1. Tidak
digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran
2. Tidak
efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian pembelajaran
3. Keterampilan
IPTEK belum merata di kalangan guru
Beberapa isu diatas
selanjutnya dianalisis sehingga diperoleh isu yang menjadi prioritas utama
untuk dicari solusinya. Dalam menyeleksi isu-isu tersebut penulis menggunakan
metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).
Di bawah ini disajikan tabel kegiatan menyeleksi isu menggunakan metode USG.
Tabel 2.4. Analisis Kualitas Isu
Menggunakan Metode USG
|
No |
Isu Aktual |
Pemilihan Isu |
JS |
Ranking |
||
|
U |
S |
G |
||||
|
1. |
Tidak
digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran |
5 |
5 |
5 |
15 |
I |
|
2. |
Tidak
efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian pembelajaran |
5 |
5 |
4 |
14 |
II |
|
3. |
Keterampilan
IPTEK belum merata di kalangan guru |
5 |
4 |
4 |
13 |
III |
PENILAIAN
MENGGUNAKAN SKALA LIKERT (5-4-3-2-1)
JS
= Jumlah Skor
Urgency, Seriousness,
Growth
Tabel 2.5. Kriteria Metode USG
|
Skala |
Urgency |
Seriousness |
Growth |
|
1 |
Tidak penting |
Akibat yang
ditimbulkan tidak serius |
Tidak berkembang |
|
2 |
Kurang Penting |
Akibat yang
ditimbulkan kurang serius |
Kurang Berkembang |
|
3 |
Cukup penting |
Akibat yang
ditimbulkan cukup serius |
Cukup berkembang |
|
4 |
Penting |
Akibat yang
ditimbulkan serius |
Berkembang |
|
5 |
Sangat Penting |
Akibat yang
ditimbulkan sangat serius |
Sangat Berkembang |
Berdasarkan
metode USG di atas, maka urutan isu strategis kelemahan internal di SDN Selotinatah 1 dapat
disimpulkan bahwa “Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran”
memperoleh skor paling tinggi dengan total sebesar 15. Sehingga dapat disimpulkan
isu strategis adalah isu tentang penggunaan
media dalam penyampaian pembelajaran. Hal ini juga sesuai
dengan Peranan guru yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan No. 15 Tahun 2018 pasal 4 ayat 2 yaitu melaksanakan pembelajaran
atau pembimbingan, sehingga diharapkan siswa mampu menerima pembelajaran dan
pembimbingan yang dilaksanakan oleh guru melalui kegiatan belajar mengajar.
D. Gagasan
Pemecahan Isu
Dari
isu yang terpilih dan menjadi kelemahan di satuan pendidikan yakni Tidak
digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran, maka penulis merancang
beberapa gagasan pemecahan isu dengan harapan isu utama dapat terselesaikan
dengan baik. Untuk menentukan strategi prioritas, diperlukan teknik tapisan Mc
Namara untuk melihat derajat kemungkinan implementasi dari setiap strategi yang
dilakukan. Indikator yang dipakai adalah tingkat efektifitas, tingkat kemudahan
dan biaya.
Tabel 2.6
Alternatif Pemecahan Isu
|
No |
Alternatif Gagasan |
KAG |
TN |
Ket. |
||
|
Efek- tivitas |
Efi-sien |
Kemu- Dahan |
||||
|
1. |
Menggunakan power point dalam menyampaikan pembelajaran |
4 |
5 |
5 |
14 |
|
|
2. |
Menggunakan metode make a match |
3 |
4 |
4 |
11 |
|
|
3. |
Menggunakan media konkret Pak Ali (Papan Perkalian) dalam menyampaikan pembelajaran |
5 |
5 |
5 |
15 |
Terpilih |
KAG : kriteria
Alternatif Gagasan
PENILAIAN MENGGUNAKAN SKALA LIKERT
(5-4-3-2-1)
TN = Total Nilai
Tabel 2.7 Kriteria Metode Tapisan Mc Namara
|
Skala |
Efektifitas |
Efisien |
Kemudahan |
|
1 |
Tidak efektif |
Tidak Efisien |
Sangat Sulit
Dilaksanakan |
|
2 |
Kurang efektif |
Kurang Efisien |
Sulit
Dilaksanakam |
|
3 |
Cukup efektif |
Cukup
Efisien |
Cukup Mudah
Dilaksanakan |
|
4 |
Efektif |
Efisien |
Mudah
Dilaksanakan |
|
5 |
Sangat Efektif |
Sangat Efisien |
Sangat Mudah Dilaksanakan |
Berdasarkan alternatif
pemecahan masalah tersebut, maka penggunaan
media konkret dalam penyampaian pembelajaran memperoleh
skor yaitu 15. Terobosan ini diterapkan setelah berdasarkan analisis penetapan
isu strategis dengan menggunakan metode analisis AKPL dan USG, masalah tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran
menempati ranking tertinggi. Kemudian kami mengangkat beberapa alternatif
kegiatan sebagai solusi permasalahan tersebut. Setelah dianalisis dengan teori
tapisan Mac Namara, maka penggunaan media
konkret menempati ranking tertinggi dilihat dari
variabel efektifitas, efisiensi dan kemudahan. Dengan demikian dalam kegiatan
aktualisasi ini penulis akan mengambil judul: “Peningkatan
Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Media
Konkret Pak Ali (Papan Perkalian) dalam Rangka Menumbuhkan Semangat Belajar
Siswa di Kelas II SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan” sebagai
kegiatan aktualisasi.
E.
Matrik
Rancangan Aktualisasi
Nama Lengkap : Khoirotun
Nisa’i, S. Pd.
Jabatan : Ahli Pertama Guru kelas
Unit Kerja :
SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo
Identifikasi
Isu :
1. Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi
bagi siswa
2. Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran
3. Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam
penyampaian pembelajaran
4. Tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan siswa
dalam mengumpulkan tugas selama pembelajaran daring
5. Keterampilan IPTEK belum merata di kalangan guru.
Isu
yang diangkat:
Tidak
digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran
Gagasan
yang diangkat:
Menggunakan
media konkret Pak Ali (Papan Perkalian)
Tabel 2.8 Matrik Rencana Kegiatan Aktualisasi
|
NO |
KEGIATAN |
TAHAPAN |
Output/
Hasil |
Keterkaitan
Dengan Subtansi Mata Pelatihan |
Kontribusi
Terhadap Visi Misi Organisasi |
Penguatan
Nilai Organisasi |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
|
1 |
Melakukan
konsultasi dan diskusi dengan mentor yang juga merupakan kepala sekolah
terkait kegiatan yang akan dilakukan. |
1. Menghubungi
mentor selaku atasan langsung untuk menentukan waktu dan tempat konsultasi. 2. Memaparkan
pada atasan tentang rencana pelaksanaan aktualisasi 3. Meminta
saran, masukan, dan persetujuan dari mentor mengenai rancangan aktualisasi
yang akan dilaksanakan |
1.
Lembar persetujuan atas rancangan
aktualisasi yang dibuat 2.
Dokumentasi kegiatan |
Whole of
Government Adanya
koordinasi, kolaborasi dan komunikasi antara mentor dan penulis untuk tujuan
merancang aktualisasi Etika
Publik Hormat dan
sopan santun terhadap mentor saat berkonsultasi komitmen mutu: Melakukan inovasi, evektifitas dan berorientasi pada mutu dalam
menemukan isu dan solusi. |
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah 1: “Meletakkan
Dasar yang Kuat Demi Terwujudnya Sekolah Berprestasi, Ramah Anak dan
lingkungan, Berbasiskan Iman dan Taqwa” serta mendukung
tercapainya Misi ke lima: Meningkatkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa
yang berprestasi dan berdaya saing |
Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu: 1. Profesional
(kompeten) 2. Sinergi (bekerja sama) |
|
2. |
Melakukan konsultasi dengan Coach terkait isu dan rancangan
aktualisasi |
1. Menyampaikan isu rancangan aktualisasi 2. Meminta saran dan masukan dari coach 3. Mencatat hasil diskusi |
1. Dokumentasi kegiatan 2. Notulen kegiatan |
Whole of
Government Adanya
koordinasi, kolaborasi dan komunikasi antara mentor dan penulis untuk tujuan
merancang aktualisasi Etika
Publik Hormat
dan sopan santun terhadap mentor saat berkonsultasi komitmen mutu: Melakukan inovasi, evektifitas dan berorientasi pada mutu dalam
menemukan isu dan solusi. |
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah serta mendukung tercapainya Misi ke lima:
Meningkatkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa
yang berprestasi dan berdaya saing |
Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu: 1. Profesional (kompeten) 2. Sinergi (bekerja sama) |
|
3. |
Melakukan koordinasi
dengan kepala sekolah dan teman
sejawat/ guru senior |
1.
Memaparkan
rencana Pelaksanaan pembelajaran
2.
Meminta saran
dari kepala sekolah dan guru senior |
1. Mendapatkan
saran dari guru yang lebih senior/ teman sejawat 2. Dokumentasi kegiatan |
Etika
Publik Hormat
dan sopan santun terhadap mentor saat berkonsultasi Nasionalisme
Saling
menghormati, musyawarah mufakat, kekeluargaan Komitmen
Mutu Berkoordinasi
dengan pihak lain secara efektif dan efisien dalam merencanakan pelaksanaan
kegiatan aktualisasi Whole Of Goverment Berkoordinasi dan berkolaborasi dengan mentor dan teman sejawat dalam
merencanakan rancangan aktualisasi |
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung tercapainya Misi ke empat: Menjadikan warga sekolah sebagai komponen yang mampu
memahami dan ikut melaksanakan visi dan misi sekolah Dan misi ke lima: Mengembangkan semangat kemitraan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan
dengan mengutamakan keteladanan |
Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu: 1. Profesional (kompeten) 2. Sinergi (bekerja
sama) |
|
|
|
3. |
3. |
|
|
|
|
4. |
Mengumpulk an dan menata alat dan
bahan yang digunakan untuk
membuat media konkret papan perkalian |
1. Mengumpulkan
bahan yang digunakan untuk membuat media konkret
papan perkalian |
1. Tersedianya alat dan bahan untuk membuat media konkret papan
perkalian
|
Managemen
ASN Pengembangan
kompetensi penulis agar bisa lebih professional dalam merancang kegiatan
aktualisasi Akuntabilitas Tanggungjawab
dan kejelasan target |
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung
tercapainya Misi ke lima: Meningkatkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa
yang berprestasi dan berdaya saing |
Kegiatan
ini memperkuat nilai organisasi yaitu: 1. Profesional (kompeten) 2. Akuntabel (bertanggung jawab, kinerja tinggi)
|
|
5. |
Menyusun Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) |
1.
Menyiapkan Silabus 2.
Merumuskan indikator dan tujuan
pembelajaran 3. Menyiapkan
dan memilih materi pembelajaran 4. Menyusun langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan
pembelajaran |
Tersusunnya Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Materi perkalian |
Manajemen
ASN Kegiatan
tersebut dapat mengembangankan kompetensi penulis agar lebih professional dan
akuntabel dalam menyusun rancangan aktualisasi. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan semua berkas dalam
merancang rancangan aktualisasi Komitmen
Mutu Inovatif
dalam merancang aktualisasi |
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung tercapainya Misi ke lima: Meningkatkan pembelajaran yang aktif,
kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan
berdaya saing |
Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu 1. Profesional (kompeten)
2. Akuntabel (Bertanggung jawab) |
|
6. |
Membuat Media Pembelajaran Pak Ali (Papan
Perkalian) |
1.
Merancang media konkret Pak
Ali (papan perkalian)
|
1. Terwujudnya media konkret Pak Ali (papan perkalian) 2. Dokumentasi kegiatan
|
Akuntabilitas Cermat
dan profesional Komitmen
Mutu Selalu
berkomitmen untuk melakukan inovatif dalam pembelajaran
|
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung tercapainya Misi ke lima:
Meningkatkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa
yang berprestasi dan berdaya saing |
Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu 1. Inovatif (Melaksanakan ide baru) 2. Profesional (kompeten 3. Akuntabel (Bertanggung jawab) |
|
7. |
Melakukan penilaian awal (pretest) terhadap siswa terkait materi
pembelajaran. |
1. Guru menyampaikan materi dengan metode konvensional
tanpa media Pak Ali (Papan Perkalian) 2. Memberikan soal pretest
pada siswa. 3. Siswa
mengerjakan soal pada LKPD yang telah
disediakan. 4. Mencatat hasil pretest. |
1. Terkumpulnya data nilai pretest siswa 2. Dokumentasi Kegiatan |
Akuntabilitas (kejelasan target, adil
dan transparan)
Nasionalisme (tidak diskriminatif) |
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung
tercapainya Misi ke lima: Meningkatkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa
yang berprestasi dan berdaya saing |
Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu 1. Transparan 2. Akuntabel (Bertanggungjawab,
kinerja tinggi)
|
|
8. |
Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rancangan pembelajaran |
1. Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan
pembelajaran 2. Mengecek kehadiran siswa serta mevotivasi siswa 3.
Menjelaskan
materi dan tujuan pembelajaran 4.
Menyampaikan pembelajaran
dengan menggunakan media Pak Ali (Papan Perkalian) 5.
Membuat
kesimpulan bersama siswa |
1. Tersampaikanya materi dan tujuan pembelajaran 2. Dokumentasi kegiatan |
Akuntabilitas Konsisten dan Kejelasan
materi Nasionalisme Kerjasama dan sikap
religious Etika public komunikatif, bertanggung
jawab, integritas tinggi Komitmen Mutu Efektif |
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung
tercapainya Misi ke lima: Meningkatkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa
yang berprestasi dan berdaya saing |
Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu 1. Profesional (kompeten) 2. Inovatif (Melaksanakan ide baru) 3. Akuntabel (Bertanggungjawab, kinerja tinggi) |
|
9. |
Melakukan evaluasi/penilaian akhir (post-test)
dalam proses pembelajaran dengan media Pak Ali (Papan Perkalian). |
1.
Guru
memberikan soal post test pada siswa. 2.
Siswa
mengerjakan soal pada LKPD yang telah disediakan. 3.
Guru
memberi koreksi dan motivasi pada siswa. 4.
Mencatat
hasil post test. |
1. Terkumpulnya data nilai post test siswa. 2. Dokumentasi Kegiatan |
Anti Korupsi (jujur dan adil)
Nasionalisme (tidak diskriminatif) |
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung
tercapainya Misi ke lima: Meningkatkan pembelajaran yang aktif,
kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan
berdaya saing |
Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu 1. Transparan 2. Akuntabel (Bertanggungjawab,
kinerja tinggi)
|
|
10. |
Menyusun laporan Kegiatan |
1. Mengumpulkan data dan bukti pendukung laporan 2. Melakukan konsultasi dengan mentor mengenai hasil
aktualisasi 3. Mencetak laporan kegiatan |
1. Terkumpulnya data dan bukti pendukung laporan 2. Terealisasinya laporan kegiatan |
Akuntabilitas Dapat
dipertanggung jawabkan dan transparan Nasionalisme Kerja keras, menghargai pendapat orang lain Anti Korupsi Tepat waktu |
Kegiatan
ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung
tercapainya Misi ke lima: Meningkatkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa
yang berprestasi dan berdaya saing |
Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu 1. Akuntabel (Bertanggungjawab) 2. Transparan (Melaporka apa adanya sesuai kejadian
sebenarnya) 3. Profesional (Melakuka Konsultasi dengan atasan) |
F.
Rencana
Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
Tabel 2.9 Rencana Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
|
No |
Kegiatan |
September |
Oktober |
|||||
|
III |
IV |
V |
I |
II |
III |
IV |
||
|
1 |
Melakukan
konsultasi dan diskusi dengan mentor yang juga merupakan kepala sekolah
terkait kegiatan yang akan dilakukan |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Melakukan konsultasi dengan Coach terkait isu
dan rancangan aktualisasi |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan teman sejawat/ guru
senior |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
Mengumpulkan dan menata alat dan bahan yang digunakan untuk membuat
media pembelajaran |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
Menyusun Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) |
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
Membuat media Pembelajaran papan perkalian |
|
|
|
|
|
|
|
|
7 |
Melakukan penilaian awal (pretest) terhadap siswa
terkait materi pembelajaran. |
|
|
|
|
|
|
|
|
8 |
Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
rancangan pembelajaran |
|
|
|
|
|
|
|
|
9 |
Melakukan evaluasi/penilaian akhir (post-test)
dalam proses pembelajaran dengan media Pak Ali (Papan Perkalian). |
|
|
|
|
|
|
|
|
10 |
Menyusun laporan Kegiatan |
|
|
|
|
|
|
|
REFERENSI
Desmita. (2005). Psikologi
Perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
KBBI, 2016. Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI). [Online] Available
at: http://kbbi.web.id/pusat, [Diakses 28 Agsutus 2021]
Lembaga
Administrasi Negara. (2019). Peraturan LAN-RI No. 1 Tahun 2021 tentang
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Pemerintah
Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara (ASN). Jakarta : Sekretariat Negara
Permendikbud
Nomor 15 Tahun 2018 Pasal 4 ayat 2 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru,
Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah (Online, https://jdih.kemdikbud.go.id/, diakses
pada tanggal 1 September 2021)
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Online, https://jdih.kemdikbud.go.id/, diakses
pada tanggal 28 Agustus 2021)
Sadiman. (2002). Media Pendidikan.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sitepu. 2017. Pengembangan Sumber Belajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar