Jumat, 10 September 2021

RANCANGAN AKTUALISASI

 

 

 

RANCANGAN AKTUALISASI

 

 

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MEDIA KONKRET PAK ALI (PAPAN PERKALIAN) DALAM RANGKA MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DI KELAS II SDN SELOTINATAH 1 KECAMATAN NGARIBOYO KABUPATEN MAGETAN

 

 

Disusun oleh:

KHOIROTUN NISA’I. S. Pd.

 NIP. 19940617 202012 2 009

NDH. 05

 

 

 

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

   GOLONGAN III ANGKATAN CLXXII

 

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PROVINSI JAWA TIMUR

2021


LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI, KEDUDUKAN DAN PERAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM NKRI

JUDUL

:

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MEDIA KONKRET PAK ALI (PAPAN PERKALIAN) DALAM RANGKA MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DI KELAS II SDN SELOTINATAH 1 KECAMATAN NGARIBOYO KABUPATEN MAGETAN

 

DISUSUN OLEH :

NAMA            : KHOIROTUN NISA’I, S. Pd.

NIP                  : 19940617 202012 2 009

JABATAN      : AHLI PERTAMA GURU KELAS

 

Dengan ini menyetujui Rancangan Aktualisasi ini untuk dijadikan  sebagai bahan evaluasi Rancangan Aktualisasi

pada tanggal    September 2021

 

Yang menyetujui :

 

COACH

 

 

 

 

Drs. ANTON SUDJARWO, M. Si.

Widyaiswara Ahli Utama

NIP. 19560909 198603 1 016

MENTOR

 

 

 

 

HADI PRAYITNO, M. Pd.

Kepala Sekolah SDN Selotinatah 1

NIP. 19690218 200012 1 005

 


 

BERITA ACARA

 

SEMINAR EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CALON PNS GOLONGAN III ANGKATAN CLXXII

TAHUN 2021 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

 

Pada hari Sabtu, 11 September 2021, telah dilaksanakan Seminar Evaluasi Rancangan Aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III Angkatan CLXXII Tahun 2021 Pemerintah Provinsi Jawa Timur :

Nama                          :   KHOIROTUN NISA’I, S. Pd.

Angkatan/ NDH          :   CLXXII / 05

Judul

:

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Media Konkret Pak Ali (Papan Perkalian) Dalam Rangka Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa di Kelas II SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh:

Magetan, 11 September 2021

Penguji,

 

 

 

Dr. SYAIFUL ARIFIN, SE., M.Si

NIP.   

Peserta,

 

 

 

KHOIROTUN NISA’I, S. Pd.

NIP. 19940617 202012 2 009

 

Coach,

 

 

Drs. ANTON SUDJARWO, M. Si.

Widyaiswara Ahli Utama

NIP. 19560909 198603 1 016

 

Mentor,

 

 

HADI PRAYITNO, M. Pd.

Kepala Sekolah SDN Selotinatah 1

NIP. 19690218 200012 1 005

 


 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat, berkah, dan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Media Konkret Pak Ali (Papan Perkalian) dalam Rangka Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa di Kelas II SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan” dengan lancar. Rancangan aktualisasi ini merupakan salah satu persyaratan kelulusan pelatihan dasar (latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil golongan III angkatan CLXXII tahun 2021 dan diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk perbaikan pelayanan publik di SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan.

Dalam penulisan laporan rancangan aktualisasi ini, tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1.     Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat dan karunia-Nya

2.     Bapak Aries Agung Paewai, S.STP., MM selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur

3.     Bapak Drs. Masruri selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Magetan

4.     Bapak Drs. Anton Sudjarwo, M. Si. selaku pembimbing (coach) aktualisasi

5.     Bapak Hadi Prayitno, M. Pd. selaku Kepala Sekolah SDN Selotinatah 1 sekaligus mentor

6.     Bapak Dr. Syaiful Arifin, SE., M. Si. selaku penguji rancangan aktualisasi

7.     Rekan-rekan guru di SDN Selotinatah 1 Kec. Ngariboyo Kab. Magetan

8.     Seluruh siswa kelas 2 SDN Selotinatah 1 Kec. Ngariboyo Kab. Magetan

9.     Kedua orang tua dan keluarga penulis yang selalu memberikan doa dan dukungan

10.  Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya rancangan aktualisasi ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran yang membangun dari semua pihak demi menyempurnakan laporan ini selanjutnya. Penulis berharap rancangan aktualisasi ini kelak dapat bermanfaat dan membawa perubahan dalam institusi yaitu SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan.

 

Magetan, 27 Agustus 2021

Penulis

 

 

 

Khoirotun Nisa’i, S. Pd.

NIP. 19940617 202012 2 009

 

                                                           

                                                                                       

 

 

                                                                                   

 

 


 

 

DAFTAR ISI

Halaman

 


                                 

HALAMAN JUDUL                   i

LEMBAR PERSETUJUAN                   ii

BERITA ACARA                   iii

KATA PENGANTAR                     iv

DAFTAR ISI                     vi

DAFTAR TABEL                   vii

DAFTAR GAMBAR                   viii

 

BAB I PROFIL ORGANISASI DAN PESERTA                     

A.    Gambaran Umum SDN Selotinatah 1......................................................................................................... 1

B.    Profil Peserta......................................................................................................... 11

 

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI                     

A.    Deskripsi Isu......................................................................................................... 13

B.    Identifikasi Isu......................................................................................................... 17

C.    Penetapan Penyebab Isu dan Dampak......................................................................................................... 18

D.    Gagasan Pemecahan Isu......................................................................................................... 22

E.    Matriks Rancangan Aktualisasi......................................................................................................... 23

F.     Rencana Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi......................................................................................................... 32

 

BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI                  

A.    Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal.........................................................................................................

B.    Deskripsi Kegiatan Aktualisasi.........................................................................................................

 

REFERENSI

LAMPIRAN-LAMPIRAN


 

DAFTAR TABEL

Halaman

 


                                 

Tabel 1.1 Profil Sekolah SDN Selotinatah 1                     1

Tabel 1.2 Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN Selotinatah 1                   5

Tabel 1.3 Peserta Didik SDN Selotinatah 1 Tahun Pelajaran 2021/2022                   6

Tabel 1.4 Ruangan yang Dimiliki SDN Selotinatah                     7

Tabel 2.1 Identifikasi Isu Aktual                     17

Tabel 2.2 Analisis Mengenai Dampak yang Ditimbulkan Oleh Isu                     18

Tabel 2.3 Analisis Penentuan Isu Strategi Berdasarkan Teknik AKPL                   19

Tabel 2.4 Analisis kualitas isu menggunakan metode USG                   21

Tabel 2.5 Kriteria metode USG                     21

Tabel 2.6 Alternatif pemecah isu                     22

Tabel 2.7 Kiteria metode tapisan Mc. Namara                   22

Tabel 2.8 Matriks Rencana Kegiatan aktualisasi                     24

Tabel 2.9 Rencana Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi                     32


 

 

DAFTAR GAMBAR

Halaman

 


                                 

Gambar 1.1 Gedung SDN Selotinatah 1                     4

Gambar 1.2 Papan Nama SDN SElotinatah 1                     4

Gambar 1.3 Struktur Organisasi SDN Selotinatah 1                     10

 


 


 

BAB I

PROFIL ORGANISASI DAN PESERTA

 

A.     Gambaran Umum SDN Selotinatah 1

1.     Latar Belakang

         Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa guna mencapai cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara. Oleh karenanya seorang ASN harus dapat bekerja secara profesional, berintegritas, dan beretika sesuai dengan kode etik dan nilai dasar ASN yang tertuang dalam undang-undang ataupun peraturan yang sudah ditetapkan.      

         Agar mampu menjalankan fungsinya secara optimal maka diperlukan pegawai ASN yang profesional dan berkarakter. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut sesuai dengan Peraturan LAN-RI No. 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil adalah melalui pendidikan dan pelatihan dasar bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau kita kenal sebagai Latsar CPNS. Latsar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan pada masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Latsar CPNS memadukan jalur pelatihan klasikal dengan non klasikal serta kompetensi sosio kultural dengan kompetensi bidang.

         Kompetensi peserta latsar CPNS diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi) dalam pelaksanaan tugas jabatannya, mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS (manajemen ASN, pelayanan publik dan whole of goverment) dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas. Berdasarkan kompetensi tersebut, peserta latsar diwajibkan untuk mampu merencanakan, melaksanakan dan melaporkan kegiatan aktualisasi sesuai jabatan dan bidang tugas pada lembaga kerjanya masing-masing.

         Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 angka 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan pontensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritiual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Disamping tugas utama seorang guru sebagai pengajar, salah satu tugas guru yang sangat penting adalah Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dimana guru berperan langsung dalam Mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.

         Menurut fakta yang ditemui penulis, siswa kelas 2 SDN Selotinatah 1 kesulitan memahami materi khususnya pada mata Matematika.  Berdasarkan data hasil ulangan, dari 18 siswa hanya 39% siswa mendapatkan nilai di atas 70, sedangkan 61% mendapatkan nilai di bawah 70. Data tersebut menunjukkan belum tercapainya kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 70. Hal ini terjadi dikarenakan terdapat beberapa sebab, antara lain dampak dari pandemic Covid-19 membuat siswa lebih banyak belajar melalui daring dan pembelajaran tatap muka menjadi terbatas, pembelajaran berlangsung dengan menggunakan papan tulis dan buku LKS dan juga guru masih menggunakan metode konvensional dalam menyampaikan pelajaran.

         Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika di kelas, guru dapat menggunakan metode yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa yaitu dengan menggunakan media dalam menyampaikan pembelajaran. Cara berpikir anak pada rentang usia kelas 2 Sekolah Dasar masih dalam masa peralihan dari konkret menuju abstrak, anak belum mampu sepenuhnya berpikir secara abstrak. Anak dalam usia ini masih perlu benda-benda konkret untuk memahami sesuatu terutama pelajaran matematika, karena siswa pada usia ini tahapan berpikrinya masih belum mampu untuk menelaah hal-hal yang abstrak. Pada aspek perkembangan kognitif, Piaget menjelaskan bahwa pikiran anak usia sekolah dasar kelas awal berada pada tahapan operasional konkret (concrete operational thought) (Desmita, 2005). Pada tahap ini, aktivitas berpikir anak difokuskan pada benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang konkret serta dapat diukur, sehingga siswa dapat berpikir lebih logis apabila dibandingkan dengan kemampuan sebelumnya. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada tahap ini anak mampu menyelesaikan masalah dengan melibatkan benda-benda konkret.

         Sadiman (2002:6) mengatakan bahwa kata media berasal dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat, serta perhatian siswa agar proses belajar terjadi. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konkret yaitu nyata, benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, dapat diraba,dsb). Jadi media konkret adalah segala sesuatu yang nyata dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan efesien menuju tercapainya tujuan yang diharapkan.

Berdasarkan uraian di atas, penulis mengambil judul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Media Konkret Pak Ali (Papan Perkalian) dalam Rangka Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa di Kelas II SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan”.

2.     Profil SDN Selotinatah 1

         SDN Selotinatah 1 adalah sebuah sekolah yang terletak di Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. SDN Selotinatah 1 berdiri sejak tahun 1950 dan beroperasi hingga saat ini.

Gambar 1.1 Gedung SDN Selotinatah 1

 

Gambar 1.2 Papan Nama SDN Selotinatah 1

 

 

 

Tabel 1.1 Profil SDN Selotinatah 1

Identitas Sekolah

1.

Nama Sekolah

 SDN Selotinatah 1

2.

NPSN

 20547010

3.

Jenjang Pendidikan

 SD

4.

Status Sekolah

 Negeri

5.

Alamat Sekolah

 

 

RT/RW

 05/ 01

 

Kode Pos

 63351

 

Kelurahan

 Selotinatah

 

Kecamatan

 Ngariboyo

 

Kabupaten/Kota

 Magetan

 

Provinsi

 Jawa Timur

 

Negara

 Indonesia

6.

Posisi Geografis

 -7.691476,111.320386

1.     Data Pelengkap

7.

 SK Pendirian Sekolah

 -

8.

 Tanggal SK Pendirian

 01-07-1950

9.

 Status Kepemilikan

 Pemerintah Desa

10.

  SK Izin Operasional

 -

11.

Tgl SK Izin Operasional

 -

2.     Kontak Sekolah

12.

Email

 sdnselotinatah001@gmail.com

3.     Data Periodik

13.

Waktu Penyelenggaraan

 Pagi/ 6 Hari

14.

Akreditasi

 B

15.

Sumber Listrik

 PLN (450 Watt)

16.

Akses Internet

 Wifi

17.

Sumber Air Bersih

 PDAM

 

 

 

3.     Pendidik dan tenaga Kependidikan SDN Selotinatah 1

         Pendidik dan tenaga kependidikan di SDN Selotinatah 1 Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat kita lihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1.2 Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN Selotinatah 1

No.

Nama

Gol Ruang

Status

PNS/ Non PNS

Jabatan

1

Hadi Prayitno, M. Pd.

NIP. 19690218 200012 1 005

III/d

PNS

Kepala Sekolah

2

Mariyani, S. Pd

NIP. 19650514 199101 2 001

IV/b

PNS

Guru Kelas

3

Subandi, S. Pd.

NIP. 19660722 199111 1 001

IV/b

PNS

Guru Kelas

4

Dodi Puji Hariyanto, S. Pd, SD

NIP. 19851220  201001 016

III/b

PNS

Guru Kelas

5

Khoirotun Nisa’i, S. Pd.

NIP. 19940617 202012 2 009

III/a

CPNS

Guru Kelas

6.

Luluk Mahmudah, S. Pd.

NIP. -

-

Non PNS

Guru Kelas

7

Sulastri, S. Pd.

NIP. -

-

Non PNS

Guru Kelas

8

Dorris Sandra, S. Pd.

NIP. -

-

Non PNS

Guru Mapel

9

Mulyono

NIP. -

-

Non PNS

Penjaga Sekolah

 

4.     Siswa

Peserta didik di SDN Selotinatah 1 Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat kita lihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1.3 Peserta Didik SDN Selotinatah 1 Tahun Pelajaran 2021/2022

No.

Kelas

Siswa

Jumlah

L

P

1

Kelas 1

1

6

7

2

Kelas 2

9

9

18

3

Kelas 3

8

9

17

4

Kelas 4

4

9

12

5

Kelas 5

8

9

17

6

Kelas 6

7

3

10

Total

37

45

82

 

5.     Sarana dan Prasarana

         Sarana dan prasarana yang dimiliki SDN Selotinatah 1 tergolong sangat minim/ kurang lengkap hal ini dikarenakan lokasi SDN Selotinatah yang sangat sempit dan tidak memiliki lahan kosong. Hal ini bisa kita ketahui dari jumlah ruangan yang dimiliki serta peralatan yang ada dalam ruangan tersebut. Data terkait sarana prasarana dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1.4 Ruangan yang Dimiliki SDN Selotinatah 1

No.

Nama Ruangan

Jumlah

1

Ruang Kelas

5

2

Ruang Guru

1

3

Parkiran

1

4

Kamar Mandi

3

 

6.     Visi, Misi, Tujuan dan Tupoksi SDN Selotinatah 1

a.     Visi SDN Selotinatah 1

       Visi SDN Selotinatah 1 adalah “Meletakkan Dasar yang Kuat Demi Terwujudnya Sekolah Berprestasi, Ramah Anak dan lingkungan, Berbasiskan Iman dan Taqwa”.

b.     Misi SDN Selotinatah 1

      Misi SDN Selotinatah 1 adalah:

1)    Mewujudkan lingkungan sekolah yang dinamis dan sinergis agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

2)    Menjadikan lulusan yang beriman, bertaqwa, dan berakhlakul karimah.

3)    Mampu mengembangkan potensi dirinya dalam menghadapi tantangan masa depan.

4)    Menjadikan warga sekolah sebagai komponen yang mampu memahami dan ikut melaksanakan visi dan misi sekolah

5)    Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing.

6)    Mengoptimalkan pelaksanaan ekstrakurikuler sebagai wahana pengembangan bakat siswa.

7)    Mengembangkan semangat kemitraan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan dengan mengutamakan keteladanan.

c.     Tujuan SDN Selotinatah 1

      Tujuan SDN Selotinatah 1 adalah:

1)    Mewujudkan lingkungan sekolah yang dinamis dan sinergis agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

2)    Menjadikan lulusan yang beriman, bertaqwa, dan berakhlakul karimah.

3)    Mampu mengembangkan potensi dirinya dalam menghadapi tantangan masa depan.

4)    Menjadikan warga sekolah sebagai komponen yang mampu memahami dan ikut melaksanakan visi dan misi sekolah

5)    Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing.

6)    Mengoptimalkan pelaksanaan ekstrakurikuler sebagai wahana pengembangan bakat siswa.

7)    Mengembangkan semangat kemitraan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan dengan mengutamakan keteladanan.

d.     Tupoksi SDN Selotinatah 1

1)    Tugas Pokok SDN Selotinatah 1

         SDN Selotinatah 1 mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan pendidikan dasar pada jenjang SD secara optimal di wilayah Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan

2)    Fungsi SDN Selotinatah 1

            Untuk menjalankan tugas sebagaimana tugas pokok, SDN Selotinatah 1 mempunyai fungsi :

a)     Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lanjut untuk seluruh siswa SDN Selotinatah 1

b)    Melaksanakan kegiatan belajar mengajar kepada seluruh peserta didik di SDN Selotinatah 1

c)     Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SDN Selotinatah 1

d)    Memberikan bimbingan kepada peserta didik SDN Selotinatah 1

e)     Melaksanakan urusan tata usaha di SDN Selotinatah 1

f)     Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman di SDN Selotinatah 1

g)    Membina kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua serta masyarakat sekitar SDN Selotinatah 1

h)    Bertanggung jawab terhadap dinas pendidikan, kepemudaan dan olahraga Kabupaten Magetan atas pelaksanaan pendidikan di SDN Selotinatah 1

7.     Struktur Organisasi SDN Selotinatah 1

         Struktur organisasi SDN Selotinatah 1 dapat kita lihat pada gambar berikut ini:

 


Gambar 1.3 Struktur Organisasi SDN Selotinatah 1

 

Kepala Sekolah

HADI PRAYITNO, M. Pd.

Dewan / Komite

MULYONO

 

MASYARAKAT

 

Guru Kelas II

KHOIROTUN NISA’I,S.Pd.

Guru Agama Islam

-

Guru PJOK

DORRIS SANDRA, S.Pd

SISWA

 

Guru Kelas III

LULUK MAHMUDAH, S.Pd.

Guru Kelas I

SULASTRI, S. Pd.

 

 

 

 

 


Guru Kelas VI

SUBANDI, S. Pd.

Guru Kelas V

MARIYANI, S. Pd.

Guru Kelas IV

DODI PUJI H. S.Pd.

                                                       

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                


 


B.       Profil Peserta

Nama                          : Khoirotun Nisa’i, S. Pd.

Tempat Lahir              : Magetan

Tanggal Lahir             : 17 Juni 1994

NIP                              : 19940617 202012 2 009

Jenis Kelamin             : Perempuan

Agama                        : Islam

Status Kepegawaian   : Calon Pegawai Negeri Sipil

Jabatan                        : Ahli Pertama – Guru Kelas

Pangkat/Golongan      : Penata Muda/IIIa

Instansi                        : SDN Selotinatah 1

Email                          : khoirotunnisai11@gmail.com

No. Handphone           : 085784704317

Alamat (Sesuai KTP)  : Desa Mojopurno Kec. Ngariboyo Magetan

Riwayat Pendidikan :

SD                               : SDN Sayutan 4, Lulus Tahun 2005

SLTP                           : MTs Darul Huda Mayak Ponorogo, Lulus Tahun    2008

SMA                            : MA Darul Huda Mayak Ponorogo, Lulus Tahun  2011

S1/Strata                     : S1 PGSD Universitas Terbuka,  Lulus Tahun 2019

Riwayat Pekerjaan:

1.       Guru di SDN Sayutan 4 Kecamatan Parang Tahun 2015 – 2020

2.       Guru di SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Tahun 2021 – Sekarang

 


 

BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI

 

A.    Deskripsi Isu

         Pendidikan secara sederhana ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebuah bangsa. Artinya, jika sebuah negara meningkatkan mutu pendidikannya, secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di negara tersebut. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2004 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan kondisi dan proses serta hasil pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya dan memiliki kekuatan pengendalian diri serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya dan masyarakat. Untuk itu, perlu perhatian dan perencanaan yang matang untuk melaksanakan pendidikan secara baik dan benar, sehingga tujuan pendidikan nasional dapat terwujud sesuai dengan amanat Undang-undang.

         Penulis sebagai ASN dalam jabatan fungsional sebagai pendidik memiliki kewajiban memberikan pelayanan kependidikan yang berkualitas dan bermakna demi terwujudnya tujuan Pendidikan nasional. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tidak mudah. Hal ini perlu ditunjang oleh sinergi antara pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran. Unsur utama pendidikan adalah guru, siswa, dan sistem pendidikan. Berbekal pengalaman melaksanakan tugas sebagai guru di SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan yang belum begitu lama, kurang lebih selama delapan bulan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2021, penulis menemukan beberapa isu yang berkembang pada unit kerja terutama berkaitan dengan kompetensi guru dan proses belajar mengajar selama ini. Beberapa isu tersebut antara lain:

1.     Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi bagi siswa

           Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses Pendidikan, bahwa kualitas Pendidikan tersebut juga didukung dengan sarana dan prasarana yang menjadi standar sekolah atau instansi Pendidikan yang terkait. Sarana dan prasarana sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar. Hal ini menunjukan bahwa peranan sarana dan prasarana sangat penting dalam menunjang kualitas belajar siswa. Misalnya saja perpustakaan, perpustakaan mempunyai fungsi dan tanggung jawab sosial disamping turut andil dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyebaran informasi kepada masyarakat luas tanpa membeda-bedakan status dan kedudukan sosialnya. Sehingga perpustakaan sangat berguna bagi sekolah karena perpustakaan tidak hanya suatu tempat untuk menyimpan buku saja, melainkan perpustakaan juga dapat digunakan untuk kegiatan yang mendukung aktivitas belajar mengajar di sekolah.

           Penggunaan perputakaan sangat penting bagi perkembangan kognitif, afektif maupun psikomotor siswa. Menurut Sitepu (2017:18), perpustakaan yang digunakan sebagai sumber belajar memungkinkan individu memperoleh pengetahuan, kemampuan, sikap, keyakinan dan emosi serta perasaan. Sumber belajar memberikan suatu pengalaman belajar dan tanpa sumber belajar maka tidak mungkin dapat terlaksana proses belajar dengan baik. Dampak yang terjadi apabila di SDN Selotinatah 1 tidak memiliki gedung perpustakaan adalah literasi membaca siswa menjadi rendah.

2.     Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran

         Permasalahan selanjutnya di masa pandemi seperti saat ini, dunia pendidikan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak. Pembelajaran dibatasi bahkan harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini sangat berpengaruh pada output yang diperoleh siswa. Siswa kurang maksimal menerima dan memahami pembelajaran terlebih pelajaran matematika. Hal ini merupakan tantangan bagi para pelaku pelayanan di bidang pendidikan agar tetap dapat memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, bermanfaat dan menyenangkan. Seperti halnya yang terjadi pada siswa kelas 2 SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan, semenjak diberlakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pembelajaran tatap muka terbatas, penulis menemukan hasil belajar matematika siswa terutama materi perkalian dan pembagian kurang memuaskan. Berdasarkan data hasil ulangan, dari 18 siswa hanya 39% siswa mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan 61% mendapatkan nilai di bawah KKM. Data tersebut menunjukkan belum tercapainya kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 70.

         Terdapat beberapa penyebab atau faktor yang mengakibatkan isu rendahnya hasil belajar matematika pada materi perkalian siswa kelas 2 SDN Selotinatah 1. Diantaranya kurang semangatnya siswa terhadap pembelajaran matematika dikarenakan semenjak adanya pandemic Covid-19 pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan), sehingga mengakibatkan siswa kurang mampu memahami materi yang diberikan. Selain itu metode yang digunakan dalam menyampaikan materi yang kurang menarik sehingga siswa menjadi kurang bersemangat, hal ini dikarenakan waktu untuk pembelajaran tatap muka sangat terbatas. Rendahnya hasil belajar siswa juga disebabkan masih banyaknya guru yang belum menyediakan pembelajaran yang beragam. Pembelajaran berlangsung dengan menggunakan papan tulis dan buku modul. Selain itu, pembelajaran terpusat pada guru, sehingga siswa kurang berinteraksi dengan guru. Pengetahuan yang didapat siswa bukan dibangun sendiri, karena siswa jarang menemukan jawaban sendiri atas permasalahan maupun konsep yang dipelajari. Pengetahuan diberikan secara langsung oleh guru. Pembelajaran yang konvensional dan monoton mengakibatkan siswa cenderung cepat merasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran.

         Cara berpikir anak pada rentang usia kelas 2 Sekolah Dasar masih dalam masa peralihan dari konkret menuju abstrak, anak belum mampu sepenuhnya berpikir secara abstrak. Anak dalam usia ini masih perlu benda-benda konkret untuk memahami sesuatu terutama pelajaran matematika, karena siswa pada usia ini tahapan berpikrinya masih belum mampu untuk menelaah hal-hal yang abstrak. Pada aspek perkembangan kognitif, Piaget menjelaskan bahwa pikiran anak usia sekolah dasar kelas awal berada pada tahapan operasional konkret (concrete operational thought) (Desmita, 2005). Pada tahap ini, aktivitas berpikir anak difokuskan pada benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang konkrit serta dapat diukur. Pada tahap ini siswa dapat berpikir lebih logis apabila dibandingkan dengan kemampuan sebelumnya. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada tahap ini anak mampu menyelesaikan masalah dengan melibatkan benda-benda konkret.

3.     Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian pembelajaran

         Selain itu permasalahan lain yang penulis angkat menjadi isu adalah tidak efisienya penggunaan LCD proyektor dalam penyampaian pembelajaran. SDN Selotinatah 1 sudah memiliki LCD proyektor sendiri, akan tetapi sangat disayangkan karena media tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal penggunaan media LCD proyektor juga dapat menumbuhkan minat belajar siswa dan tentunya akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang lebih baik lagi.

4.     Tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas selama pembelajaran daring

         Isu selanjutnya yang penulis amati terjadi di satuan pendidikan tempat penulis mengabdi adalah tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas. Dari hasil pekerjakan siswa  di kelas 2 selama proses pembelajaran jarak jauh hanya 30% siswa yang dapat mengumpulkan tugas tepat waktu, 50 % siswa terlambat mengumpulkan tugas dan 20% tidak ada kejelasan dalam pengumpulan tugas. Banyak sekali faktor penghambat siswa dalam kedisiplinan pengumpulan tugas antara lain: orang tua terkendala memfasilitasi sarana kuota untuk belajar anaknya, tidak membuat tugas, berharap ada toleransi dari pihak sekolah, rendahnya minat belajar siswa, malas membaca buku dan mengerjakan tugas dan kendala orang tua dalam mengambil dan mengumpulkan tugas ke sekolah dikarenakan orang tua harus bekerja.

5.     Keterampilan IPTEK yang belum merata di kalangan guru

         Permasalahan terakhir yang menjadi isu di tempat satuan Pendidikan penulis adalah keterampilan IPTEK yang belum merata di kalangan guru menjadi isu pertama yang penulis temukan selama mengabdi dalam satuan pendidikan. Dalam meraih mutu pendidikan yang baik sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya sehingga kinerja guru menjadi tuntutan penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Secara umum mutu pendidikan yang baik menjadi tolok ukur bagi keberhasilan kinerja yang ditunjukkan guru. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa kualitas guru di Indonesia masih tergolong relatif rendah dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini diperkuat juga oleh kenyataan di lapangan bahwa masih terdapat 37% dari jumlah guru di SDN Selotinatah 1 belum menguasai IPTEK.

 

B.    Identifikasi Isu

         Laporan aktualisasi yang dibuat oleh para CPNS disesuaikan dengan nilai dasar ANEKA, peran dan fungsi ASN, tugas pokok dan fungsi CPNS, serta visi misi dalam organisasi. Selain itu, pokok bahasan yang diangkat dalam laporan ini juga harus didasarkan pada isu-isu kontemporer yang terjadi di unit kerja masing-masing.        

         Berdasarkan hasil observasi penulis selama melaksanakan tugas sebagai guru di SDN Selotinatah 1, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan dilakukan tindak lanjut guna meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan tersebut. Hal-hal yang menjadi perhatian penulis antara lain

Tabel 2.1. Identifikasi Isu Aktual

No.

Identifikasi Isu

Sumber Isu

Kondisi Saat Ini

Kondisi yang Diharapkan

1.

Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi bagi siswa

Internal

Tidak tersediannya fasilitas perpustakaan yang memadai bagi siswa.

Tersedianya ruang perpustakaan yang memadai sehingga dapat meningkatkan literasi membaca siswa.

2.

Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran

Internal

Kegiatan pembelajaran masih secara konvensional tanpa menggunakan media

Digunakanya media dalam menyampaikan bahan ajar sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa

3.

Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian pembelajaran

Internal

LCD proyektor masih belum digunakan dalam menyampaikan bahan ajar.

Guru kreatif dalam memanfaatkan media LCD proyektor.

4.

Tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas

Internal

Kedisiplinan siswa yang semakin menurun dalam pengumpulan tugas selama pembelajaran daring

Tingginya kedisiplinan siswa dalam pengumpulan tugas selama pembelajaran daring sesuai waktu yang telah ditentukan.

5.

Keterampilan IPTEK belum merata di kalangan guru.

Internal

Kurangnya Keterampilan IPTEK yang belum merata di kalangan guru.

Keterampilan IPTEK yang merata di kalangan guru.

 

C.    Penetapan Penyebab Isu dan Dampak

         Berdasarkan hasil identifikasi isu aktual, langkah selanjutnya  adalah menganalisis penyebab terjadinya isu serta dampak yang terjadi akibat adanya isu-isu tersebut. Analisis mengenai penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh isu tersebut dapat dilihat dari tabel 2.2. berikut.

Tabel 2.2 Analisis Mengenai dan Dampak yang Ditimbulkan Oleh Isu

No.

Isu Aktual

Penyebab Isu

Dampak yang Terjadi

1

Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi bagi siswa

Terbatasnya ketersediaan ruangan untuk dijadikan tempat perpustakan

Literasi membaca siswa menjadi rendah

2

Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran

Kegiatan pembelajaran masih secara konvensional tanpa menggunakan media

Rendahnya hasil belajar dan siswa semakin sulit untuk memahami materi karena permasalahan yang dihadapi siswa akan terus bertambah

3

Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian pembelajaran

Belum maksimalnya pelatihan IPTEK di kalangan guru

Siswa pasif dalam kegiatan belajar mengajar

4.

Tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas selama pembelajaran daring

Motivasi dan semanagat belajar siswa yang semakin menurun

Banyak dari siswa yang telat mengumpulkan tugas

5.

Keterampilan IPTEK belum merata di kalangan guru.

Belum maksimalnya pelatihan IPTEK di kalangan guru

Sebagian guru tidak dapat menggunakan IPTEK dalam pembelajarannya.

 

Dari beberapa isu di atas, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan isu mana yang akan menjadi prioritas utama yang dapat dicari solusi berdasarkan tupoksi. Selanjutnya isu tersebut dianalisis menggunakan Metode AKPL (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, Kelayakan). Maka analisis dari isu tersebut dapat dilihat pada table 2.3 berikut.

Tabel 2.3. Analisa Penentuan Isu Strategis Berdasarkan Teknik AKPL

No

ISU STRATEGIS/ MASALAH

NILAI

KETERANGAN

A

K

P

L

1.

Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi bagi siswa

-

Tidak layak

2.

Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran

Layak

3.

Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian pembelajaran

Layak

4.

Tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas selama pembelajaran daring

-

Tidak layak

5.

Keterampilan IPTEK belum merata di kalangan guru

Layak


Kriteria Penetapan :

a.     Aktual (terjadi/akan terjadi)

Isu yang benar-benar terjadi adalah isu yang sedang terjadi atau sedang dalam  proses,  sedang  hangat  dibicarakan  di kalangan masyarakat (bukan isu yg sdh lepas dari perhatian masyarakat atau isu yang sudah basi), atau isu yang akan terjadi / isu yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.

b.     Kekhalayakan

Isu yang mempunyai nilai kekhalayakan adalah isu yang secara langsung menyangkut orang banyak/pelanggan dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang tertentu saja

c.     Problematik

Isu yang mempunyai nilai problematik adalah isu yang menyimpang dari harapan, standar, ketentuan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya

d.     Layak

Kelayakan isu adalah isu yang logis, pantas, realitis dan dapat dibahas sesuai dgn tugas, hak, wewenang dan tanggungjawab.

Berdasarkan metode AKPL diatas, maka isu kontemporer yang memenuhi syarat adalah :

1.     Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran

2.     Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian pembelajaran

3.     Keterampilan IPTEK belum merata di kalangan guru

Beberapa isu diatas selanjutnya dianalisis sehingga diperoleh isu yang menjadi prioritas utama untuk dicari solusinya. Dalam menyeleksi isu-isu tersebut penulis menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Di bawah ini disajikan tabel kegiatan menyeleksi isu menggunakan metode USG.

 

 

 

 

Tabel 2.4. Analisis Kualitas Isu Menggunakan Metode USG

No

Isu Aktual

Pemilihan Isu

JS

Ranking

U

S

G

1.

Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran

5

5

5

15

I

2.

Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian pembelajaran

5

5

4

14

II

3.

Keterampilan IPTEK belum merata di kalangan guru

5

4

4

13

III

PENILAIAN MENGGUNAKAN SKALA LIKERT (5-4-3-2-1)

JS = Jumlah Skor

Urgency, Seriousness, Growth

Tabel 2.5. Kriteria Metode USG

Skala

Urgency

Seriousness

Growth

1

Tidak penting

Akibat yang ditimbulkan tidak serius

Tidak berkembang

2

Kurang Penting

Akibat yang ditimbulkan

kurang serius

Kurang

Berkembang

3

Cukup penting

Akibat yang ditimbulkan cukup serius

Cukup berkembang

4

Penting

Akibat yang ditimbulkan serius

Berkembang

5

Sangat Penting

Akibat yang ditimbulkan

sangat serius

Sangat

Berkembang

         

         Berdasarkan metode USG di atas, maka urutan isu strategis kelemahan internal di SDN Selotinatah 1 dapat disimpulkan bahwa “Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran” memperoleh skor paling tinggi dengan total sebesar 15. Sehingga dapat disimpulkan isu strategis adalah isu tentang penggunaan media dalam penyampaian pembelajaran. Hal ini juga sesuai dengan Peranan guru yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 15 Tahun 2018 pasal 4 ayat 2 yaitu melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan, sehingga diharapkan siswa mampu menerima pembelajaran dan pembimbingan yang dilaksanakan oleh guru melalui kegiatan belajar mengajar.

 

D.    Gagasan Pemecahan Isu

         Dari isu yang terpilih dan menjadi kelemahan di satuan pendidikan yakni Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran, maka penulis merancang beberapa gagasan pemecahan isu dengan harapan isu utama dapat terselesaikan dengan baik. Untuk menentukan strategi prioritas, diperlukan teknik tapisan Mc Namara untuk melihat derajat kemungkinan implementasi dari setiap strategi yang dilakukan. Indikator yang dipakai adalah tingkat efektifitas, tingkat kemudahan dan biaya.

Tabel 2.6 Alternatif Pemecahan Isu

No

Alternatif Gagasan

KAG

TN

Ket.

Efek-

tivitas

Efi-sien

Kemu-

Dahan

1.

Menggunakan power point dalam menyampaikan pembelajaran

4

5

5

14

 

2.

Menggunakan metode make a match

3

4

4

11

 

3.

Menggunakan media konkret Pak Ali (Papan Perkalian)  dalam menyampaikan pembelajaran

5

5

5

15

Terpilih

KAG : kriteria Alternatif Gagasan

PENILAIAN MENGGUNAKAN SKALA LIKERT (5-4-3-2-1)

TN = Total Nilai

Tabel 2.7 Kriteria Metode Tapisan Mc Namara

Skala

Efektifitas

Efisien

Kemudahan

1

Tidak efektif

Tidak Efisien

Sangat Sulit Dilaksanakan

2

Kurang efektif

Kurang Efisien

Sulit Dilaksanakam

3

Cukup efektif

  Cukup Efisien

 Cukup Mudah Dilaksanakan

4

Efektif

Efisien

Mudah Dilaksanakan

5

Sangat Efektif

Sangat Efisien

Sangat Mudah Dilaksanakan

 

Berdasarkan alternatif pemecahan masalah tersebut, maka penggunaan media konkret dalam penyampaian pembelajaran memperoleh skor yaitu 15. Terobosan ini diterapkan setelah berdasarkan analisis penetapan isu strategis dengan menggunakan metode analisis AKPL dan USG, masalah tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran menempati ranking tertinggi. Kemudian kami mengangkat beberapa alternatif kegiatan sebagai solusi permasalahan tersebut. Setelah dianalisis dengan teori tapisan Mac Namara, maka penggunaan media konkret menempati ranking tertinggi dilihat dari variabel efektifitas, efisiensi dan kemudahan. Dengan demikian dalam kegiatan aktualisasi ini penulis akan mengambil judul: “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Media Konkret Pak Ali (Papan Perkalian) dalam Rangka Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa di Kelas II SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan sebagai kegiatan aktualisasi.

E.    Matrik Rancangan Aktualisasi

Nama Lengkap      : Khoirotun Nisa’i, S. Pd.

Jabatan                  : Ahli Pertama Guru kelas

Unit Kerja            : SDN Selotinatah 1 Kecamatan Ngariboyo

Identifikasi Isu :

1.     Tidak tersedianya ruang perpustakaan yang memadahi bagi siswa

2.     Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran

3.     Tidak efisienya penggunaan LCD Proyektor dalam penyampaian pembelajaran

4.     Tidak adanya penanganan terhadap kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas selama pembelajaran daring

5.     Keterampilan IPTEK belum merata di kalangan guru.

Isu yang diangkat:

Tidak digunakanya media dalam penyampaian pembelajaran

Gagasan yang diangkat:

Menggunakan media konkret Pak Ali (Papan Perkalian)

 


 

Tabel 2.8 Matrik Rencana Kegiatan Aktualisasi

 

NO

KEGIATAN

TAHAPAN

Output/ Hasil

Keterkaitan Dengan Subtansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi

Penguatan Nilai Organisasi

1

2

3

4

5

6

7

1

Melakukan konsultasi dan diskusi dengan mentor yang juga merupakan kepala sekolah terkait kegiatan yang akan dilakukan.

1.   Menghubungi mentor selaku atasan langsung untuk menentukan waktu dan tempat konsultasi.

2.   Memaparkan pada atasan tentang rencana pelaksanaan aktualisasi

3.   Meminta saran, masukan, dan persetujuan dari mentor mengenai rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan

1.  Lembar persetujuan atas rancangan aktualisasi yang dibuat

2.  Dokumentasi kegiatan

Whole of Government

Adanya koordinasi, kolaborasi dan komunikasi antara mentor dan penulis untuk tujuan merancang aktualisasi

Etika Publik

Hormat dan sopan santun terhadap mentor saat berkonsultasi

komitmen mutu:

Melakukan inovasi, evektifitas dan berorientasi pada mutu dalam menemukan isu dan solusi.

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah 1:

“Meletakkan Dasar yang Kuat Demi Terwujudnya Sekolah Berprestasi, Ramah Anak dan lingkungan, Berbasiskan Iman dan Taqwa”

serta mendukung tercapainya Misi ke lima:

Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu:

1.  Profesional (kompeten)

2.  Sinergi

(bekerja sama)

2.

Melakukan konsultasi dengan Coach terkait isu dan rancangan aktualisasi

1.   Menyampaikan isu rancangan aktualisasi

2.   Meminta saran dan masukan dari coach

3.   Mencatat hasil diskusi

1.   Dokumentasi kegiatan

2.   Notulen kegiatan

Whole of Government

Adanya koordinasi, kolaborasi dan komunikasi antara mentor dan penulis untuk tujuan merancang aktualisasi

Etika Publik

Hormat dan sopan santun terhadap mentor saat berkonsultasi

komitmen mutu:

Melakukan inovasi, evektifitas dan berorientasi pada mutu dalam menemukan isu dan solusi.

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah serta mendukung tercapainya Misi ke lima:

Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu:

1. Profesional

    (kompeten)

2. Sinergi

(bekerja   sama)

3.

Melakukan koordinasi dengan kepala

sekolah dan teman sejawat/ guru senior

1.     Memaparkan rencana Pelaksanaan pembelajaran

 

2.     Meminta saran dari kepala sekolah dan guru senior

1.  Mendapatkan saran dari guru yang lebih senior/ teman sejawat

2.  Dokumentasi kegiatan

Etika Publik

Hormat dan sopan santun terhadap mentor saat berkonsultasi

Nasionalisme

Saling menghormati, musyawarah mufakat, kekeluargaan

Komitmen Mutu

Berkoordinasi dengan pihak lain secara efektif dan efisien dalam merencanakan pelaksanaan kegiatan aktualisasi

Whole Of Goverment

Berkoordinasi dan berkolaborasi dengan mentor dan teman sejawat dalam merencanakan rancangan aktualisasi

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung tercapainya Misi ke empat:

Menjadikan warga sekolah sebagai komponen yang mampu memahami dan ikut melaksanakan visi dan misi sekolah

Dan misi ke lima:

Mengembangkan semangat kemitraan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan dengan mengutamakan keteladanan

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu:

1.   Profesional

(kompeten)

2.   Sinergi

(bekerja sama)

 

 

3.      

3.   

 

 

 

4.

Mengumpulk

an dan menata alat dan bahan

yang digunakan untuk membuat media konkret papan perkalian

1.   Mengumpulkan bahan yang digunakan untuk membuat media konkret papan perkalian

1.   Tersedianya alat dan bahan untuk membuat  media konkret papan perkalian

 

Managemen ASN

Pengembangan kompetensi penulis agar bisa lebih professional dalam merancang kegiatan aktualisasi

Akuntabilitas

Tanggungjawab dan kejelasan target

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah 1

serta mendukung tercapainya Misi ke lima:

Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu:

1. Profesional

    (kompeten)

2. Akuntabel

(bertanggung jawab, kinerja tinggi)

 

 

5.

Menyusun

Rencana

pelaksanaan

pembelajaran

(RPP)

1.   Menyiapkan Silabus

2.   Merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran

3.   Menyiapkan dan memilih materi pembelajaran

4.   Menyusun langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran

Tersusunnya

Rancangan

Pelaksanaan

Pembelajaran

Materi perkalian

Manajemen ASN

Kegiatan tersebut dapat mengembangankan kompetensi penulis agar lebih professional dan akuntabel dalam menyusun rancangan aktualisasi.

Akuntabilitas

Dapat dipertanggungjawabkan semua berkas dalam merancang rancangan aktualisasi

Komitmen Mutu

Inovatif dalam merancang aktualisasi

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah 1 serta mendukung tercapainya Misi ke lima:

Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu

1.   Profesional

(kompeten)

 

2.   Akuntabel

(Bertanggung jawab)

6.

Membuat Media

Pembelajaran Pak Ali (Papan Perkalian)

1.    Merancang media konkret Pak Ali (papan perkalian)

 

1.  Terwujudnya media konkret Pak Ali (papan perkalian)

2.  Dokumentasi kegiatan

 

Akuntabilitas

Cermat dan profesional

Komitmen Mutu

Selalu berkomitmen untuk melakukan inovatif dalam pembelajaran

 

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah 1

serta mendukung tercapainya Misi ke lima:

Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu

1.   Inovatif (Melaksanakan ide baru)

2.   Profesional (kompeten

3.   Akuntabel

(Bertanggung jawab)

7.

Melakukan penilaian awal (pretest) terhadap siswa terkait materi pembelajaran.

1.     Guru menyampaikan materi dengan metode konvensional tanpa media Pak Ali (Papan Perkalian)

2.     Memberikan soal pretest pada siswa.

3.     Siswa mengerjakan soal pada LKPD yang telah disediakan.

4.     Mencatat hasil pretest.

1.   Terkumpulnya data nilai pretest siswa

2.   Dokumentasi Kegiatan

Akuntabilitas

(kejelasan target, adil dan transparan)

 

Nasionalisme

(tidak diskriminatif)

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah 1

serta mendukung tercapainya Misi ke lima:

Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu

1. Transparan

2. Akuntabel

(Bertanggungjawab, kinerja tinggi)

 

 

8.

Melaksanakan kegiatan

pembelajaran

sesuai dengan

rancangan

pembelajaran

1.   Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan pembelajaran

2.   Mengecek kehadiran siswa serta mevotivasi siswa

3.   Menjelaskan materi dan tujuan pembelajaran

4.   Menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan media Pak Ali (Papan Perkalian)

5.   Membuat kesimpulan bersama siswa

1.   Tersampaikanya materi dan tujuan pembelajaran

2.   Dokumentasi kegiatan

Akuntabilitas

Konsisten dan Kejelasan materi

Nasionalisme

Kerjasama dan sikap religious

Etika public

komunikatif, bertanggung jawab, integritas tinggi

Komitmen Mutu

Efektif

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah 1

serta mendukung tercapainya Misi ke lima:

Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu

1.   Profesional (kompeten)

2.   Inovatif (Melaksanakan ide baru)

3.   Akuntabel

(Bertanggungjawab, kinerja tinggi)

9.

Melakukan evaluasi/penilaian akhir (post-test) dalam proses pembelajaran dengan media Pak Ali (Papan Perkalian).

1.     Guru memberikan soal post test pada siswa.

2.     Siswa mengerjakan soal pada LKPD yang telah disediakan.

3.     Guru memberi koreksi dan motivasi pada siswa.

4.     Mencatat hasil post test.

1.   Terkumpulnya data nilai post test siswa.

2.   Dokumentasi Kegiatan

Anti Korupsi

(jujur dan adil)

 

Nasionalisme

(tidak diskriminatif)

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah 1

serta mendukung tercapainya Misi ke lima:

Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu

1. Transparan

2. Akuntabel

(Bertanggungjawab, kinerja tinggi)

 

10.

Menyusun

laporan

Kegiatan

1.   Mengumpulkan data dan bukti pendukung laporan

2.   Melakukan konsultasi dengan mentor mengenai hasil aktualisasi

3.   Mencetak laporan kegiatan

1.   Terkumpulnya data dan bukti pendukung laporan

2.   Terealisasinya laporan kegiatan

Akuntabilitas

Dapat dipertanggung jawabkan dan transparan

Nasionalisme

Kerja keras, menghargai

pendapat orang lain

Anti Korupsi

Tepat waktu

Kegiatan ini mendukung visi SDN Selotinatah 1

serta mendukung tercapainya Misi ke lima:

Meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif agar mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing

Kegiatan ini memperkuat nilai organisasi yaitu

1.   Akuntabel (Bertanggungjawab)

2.   Transparan (Melaporka apa adanya sesuai kejadian sebenarnya)

3.   Profesional (Melakuka Konsultasi dengan atasan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F.    Rencana Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

Tabel 2.9 Rencana Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

No

Kegiatan

September

Oktober

III

IV

V

I

II

III

IV

1

Melakukan konsultasi dan diskusi dengan mentor yang juga merupakan kepala sekolah terkait kegiatan yang akan dilakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Melakukan konsultasi dengan Coach terkait isu dan rancangan aktualisasi

 

 

 

 

 

 

 

3

Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan teman sejawat/ guru senior

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Mengumpulkan dan menata alat dan bahan yang digunakan untuk membuat media pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Menyusun Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Membuat media Pembelajaran papan perkalian

 

 

 

 

 

 

 

 

7

Melakukan penilaian awal (pretest) terhadap siswa terkait materi pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

8

Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rancangan pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

9

Melakukan evaluasi/penilaian akhir (post-test) dalam proses pembelajaran dengan media Pak Ali (Papan Perkalian).

 

 

 

 

 

 

 

10

Menyusun laporan Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 


REFERENSI

 

 

Desmita. (2005). Psikologi Perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

KBBI, 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [Online] Available at: http://kbbi.web.id/pusat, [Diakses 28 Agsutus 2021]

Lembaga Administrasi Negara. (2019). Peraturan LAN-RI No. 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Pemerintah Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Jakarta : Sekretariat Negara

Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 Pasal 4 ayat 2 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah (Online, https://jdih.kemdikbud.go.id/, diakses pada tanggal 1 September 2021)

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Online, https://jdih.kemdikbud.go.id/, diakses pada tanggal 28 Agustus 2021)

Sadiman. (2002). Media Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sitepu. 2017. Pengembangan Sumber Belajar. Jakarta: Rajawali Pers. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar